Jumat , Oktober 22 2021

10 Tahun Terpisah, Anak Korban Tsunami Aceh Ini Kembali Bertemu Dengan Keluarga


Detak kampar.com 10 tahun terpisah dengan orangtuanya,
akhirnya Raudatul Jannah yang kini bernama Wenni (14) kembali bisa berkumpul bersama
keluarganya. Wenni selamat dari dahsyatnya terjangan tsunami yang menimpa Aceh
26 Desember 2004 silam. Haru campur bahagia mewarnai
pertemuan kembali
Wenni dengan keluarganya.

Wenni yang berasal
dari Lorong Kangkung, Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat,
terpisah dari keluarganya saat tsunami menerjang, Minggu 26 Desember 2004
silam. Bersama kakaknya, ia naik papan dan terseret arus deras. Dari Aceh
Barat, ia terdampar hingga Pulau Banyak, Aceh Singkil. Dilihat dari peta, ia
melintasi perairan laut lepas di 4 kabupaten.
Belum diketahui,
berapa jam Wenni dan kakaknya berada di papan. Juga bagaimana cara keduanya
bertahan dari terjangan tsunami.
Setelah
terdampar di Pulau Banyak, Wenni diasuh oleh nelayan setempat. Seminggu
kemudian, ia ‘diberikan’ ke Bustamil, nelayan asal Aceh Barat Daya, yang saat
itu tengah bersandar di pulau tersebut. Sedangkan kakaknya yang berusia 8
tahun, tetap diasuh nelayan Pulau Banyak.
Bustamil, warga
Desa Pulo Kayu, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, merawat Wenni selama 4 tahun.
Kemudian ia menitipkan Wenni yang saat itu berusia 4 tahun, ke ibunya, Maryam.
Dan, 2 hari lalu, Wenni bertemu dengan kedua orangtuanya.
Wenni trauma. Ia
tidak terlalu ingat musibah dahsyat tersebut. Bahkan namanya sendiri, ia lupa.
Bocah perempuan yang kini beranjak remaja itu hanya mengingat bahwa kakaknya
selamat.
Ada 230 ribu
orang di 14 negara, terbanyak di Aceh, yang tewas dalam gempa yang
mengakibatkan tsunami. Namun tidak ada catatan berapa orang hilang dalam
musibah itu. Sebagian orang hilang dianggap telah meninggal dunia. Yang dialami
Wenni termasuk keajaiban. (dr) 

Kirim komentar Anda disini

Komentar