69 Tahun Kabupaten Kampar dan Cara Pandang Masyarakat Yang Telah Berubah

Yuyun Hidayat,S.T. M.Sc

Oleh : Yuyun Hidayat, S.T., M.Sc

Dua tahun terakhir, kita merasakan ada gelombang arus baru ditengah- tengah masyarakat, arus perubahan cara pandang dalam melihat Kabupaten Kampar. Ada kegelisahan, keresahan yang mulai muncul melihat tantangan bagaimana daerah dengan populasi penduduk lebih dari 800 ribu jiwa ini bisa maju bersaing dengan daerah- daerah lain, tidak hanya di provinsi Riau tapi juga di Indonesia.

Perubahan cara pandang inilah yang membuat gerakan Kampar Naik Kelas, sebuah gerakan yang kami rintis mendapat respon positif dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok- kelompok anak muda dan masyarakat itu sendiri.

Dikalangan elite, gerakan Kampar Naik Kelas memang kerab menjadi cibiran, tapi dikelompok masyarakat, gerakan ini terus menggelinding mengkonsolidasi kekuatan. Dan hari ini, Kampar Naik Kelas, sudah menjadi pembahasan dan pembicaraan utama.

Kenapa? Karena gerakan ini tidak hanya bicara politik saja. Politik sebagai salah satu kekuatan itu penting, tapi kita juga jangan melupakan hal terpenting lainnya, yaitu mimpi kita untuk menjadi daerah yang lebih maju.

Daerah itu akan maju, jika kita sudah keluar dari konflik-konflik publik internal dan kebiasaan terlalu asyik bermain dengan politik-politik praktis. Masyarakat harus sudah mulai mendapat perhatian. Program- program yang selama ini hanya untuk dan bersifat kepentingan individu harus dipangkas. Kemudian kita mulai bergerak membahas bagaimana mengelola sumber daya kita yang begitu besar dan kaya ini.

Inilah sebenarnya semangat yang Ayahanda, Alm Azis Zaenal bawa. Semangat bergerak membangun program, melalui 3i (infrastruktur, industri dan investasi). Sehingga kita tidak hanya berkutat pada persoalan- persoalan internal lagi, tapi sudah bergerak pada level bagaimana eksis dan bisa bersaing menghadapi tantangan global kedepan.

Cara pandang ini jugalah yang saat ini ada di masyarakat. Kami berkeliling ke 21 kecamatan, masuk ke desa- desa, mendengar dan melihat lebih dekat persoalan- persoalan rakyat. Ada puluhan ribu masyarakat, yang hari ini harus siap- siap ikat pinggang, karena kebun sawitnya akan di replanting. Ada puluhan ribu petani karet yang hingga saat ini, terus berteriak karena belum ada solusi konkrit untuk mengangkat harga komoditas mereka. Belum lagi anak- anak muda kita.

Semua itu adalah tantangan yang harus kita selesaikan. Harusnya, kekuatan politik kita untuk menyelesaikan itu. Harusnya, kecerdasan yang kita miliki kita sumbangkan untuk ikut mencarikan solusi permasalahan itu. Bukan justru berkutat pada isu- isu dan pembahasan yang tidak produktif apalagi justru saling menjatuhkan.

Masyarkat rindu elite memikirkan mereka. Rindu bagaimana ketika elite membuat program- program mendengarkan dan menjawab kebutuhan mereka. Bukan untuk dieksploitasi, mengatasnamakan rakyat, tapi untuk kepentingan pribadi. Selamat hari jadi Kabupaten Kampar ke 69, semoga kita bisa bergerak kearah yang lebih baik lagi. Salam Kampar Naik Kelas.

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Evaluasi Menuju Pilkada Serentak 2018

Oleh : Masrul Ikhsan Sejak beberapa bulan yang lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan ...