Selasa , November 30 2021

Akhir dari Konflik di Tolikara, Dua Pihak Berdamai

Detak kampar.com Konflik
yang terjadi antara Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara, Papua,
dan muslim di daerah tersebut, dipicu kerusuhan yang terjadi di Karubaga pada
saat perayaan Idul Fitri, Jumat pekan lalu, telah berujung dengan damai.
Beberapa poin perdamaian disepakati kedua pihak agar kejadian ini tidak
terulang lagi di kemudian hari. 

Pimpinan
GIDI, Yunus Wenda, secara langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada umat
muslim di daerah tersebut atas insiden yang terjadi. Pertemuan antara kedua
pihak disaksikan secara langsung oleh Bupati Tolikara, Usman G Walimbo, dan
Kodim setempat, kemarin, Rabu 22 Juli 2015. 
“Kami
sebagai pimpinan gereja, yang mengeluarkan surat,  kami mohon maaf
sebesar-besarnya,” ujar dia dalam Kabar Pagi tvOne, Kamis 23 Juli
2015. 
Salah
satu poin yang disepakati yaitu, umat muslim di daerah tersebut dipastikan
dapat beribadah dengan tenang dan aman di masa depan. Kerukunan beragama juga
disepakati akan dijaga dengan baik oleh semua pihak. 
Umat
muslim pun diizinkan kembali membangun musala yang terbakar akibat kebakaran
kios yang terjadi dalam kerusuhan tersebut. 
Perwakilan
umat muslim di Tolikara, Ustad Ali Muktar, menyambut baik perjanjian damai
tersebut. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada tokoh agama dan
pemerintahan setempat, apabila ada tindakan umat muslim yang tidak
berkenan. 
“Saya
mewakili tokoh umat muslim, barangkali kami selama di Tolikara ada kata-kata
atau tindakan yang menyakiti, saya sampaikan kepada tokoh gereja, kepala daerah
dan tokoh pemuda, saya sampaikan mohon maaf sebesar-besarnya,”
ungkapnya. 
Kedua
pihak pun mengakhiri seremonial perdamaian dengan  berpelukan dan saling
bersalaman dengan gaya khas Tolikara.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar