Minggu , Desember 5 2021

Akhirnya DPRD Kota Pekanbaru Setujui RANPERDA LAM Kota Pekanbaru Menjadi PERDA

Detak kampar.com PEKANBARU –
DPRD Kota Pekanbaru menyetujui pembahasan Ranperda Lembaga Adat Melayu (LAM)
menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang digelar pada Rapat Paripurna Pertama masa
sidang ke satu tahun 2016 dalam acara penyampaian laporan panitia khusus
(pansus) terhadap Ranperda Kota Pekanbaru tentang Lembaga Adat Melayu Kota
Pekanbaru. Senin (11-1-2016)

Rapat
Paripurna pertama masa sidang ke satu dipimpin Ketua DPRD Kota Pekanbaru
Syahril yang berlangsung di Balai Payung Sekaki Gedung DPRD Kota Pekanbaru yang
dihadiri Forkopimda, pejabat esselon II dan III Kota Pekanbaru.
Setelah
disetujuinya menjadi Perda oleh DPRD Kota Pekanbaru, selanjutnya Draf Ranperda
Yang sudah disahkan menjadi Perda tersebut ditandatangi oleh Wakil Walikota
Pekanbaru Ayat Cahyadi bersama ketua DPRD Kota Pekanbaru Syahril, dan Draf
tersebut diserahkan wawako kepada Ketua DPRD Kota Pekanbaru.
Wakil
Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi memberikan apresiasi kepada DPRD Kota Pekanbaru
yang telah menyetujui pembahasan Ranperda Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota
Pekanbaru menjadi Peraturan Daerah (Perda) dan selanjutnya akan dilaporkan
kepada Gubernur Riau untuk Dilakukan Verifikasi.
Menurut Ayat
Cahyadi dengan disetujuinya Ranperda LAM menjadi Perda maka kedepannya sudah
dapat  dimaksimalkan kinerja LAM Kota Pekanbaru guna membantu Pemerintah
Kota dalam meningkatkan pembangunan diberbagai sektor dan dapat mengayomi
masyarakat terutama dibidang budaya dan Lembaga adat karena sudah memiliki
payung hukum.
“Budaya
melayu pada hakekatnya adalah budaya yang terbuka, budaya yang mampu menyerap
nilai-nilai positif budaya luar, tetapi juga mampu menepis masuknya nilai
negative yang dapat merusak atau mencemarkan nilai-nilai azasnya yang bersifat
islami terutama ditengah generasi muda Bangsa” ujar wawako.

Wawako
menambahkan  kearifan budaya yang mampu melihat sesuatu secara jernih,
menyebabkan budaya melayu semakin berkembang dan semakin sarat dengan
nilai-nilai mulia, semakin kaya dengan wujud, symbol dan falsafahnya.
Mantan
anggota DPRD Propinsi Riau ini menilai LAMR telah memberikan kontribusi positif
dan telah berhasil menempatkan posisinya dalam “Tali Berpilin Tiga” atau “Tiga
Tungku Sejarangan” bersama-sama pemerintah Propinsi Riau dan ulama dalam
embangun Riau yang bermarwah dan bermartabat.
Sementara
Ketua LAM Kota Pekanbaru Nur Hasyim menjelaskan Perda LAM ini dapat memperkuat
upaya Pemko dalam mewujudkan 3 pilar pembangunan Kota Pekanbaru menuju Kota
Metropolita yang madani.
“Dengan
adanya payung hukum yang baru maka kedepannya LAM Kota Pekanbaru dapat menyusun
berbagai program kerja untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai  pusat budaya
melayu” lanjut Nur Hasyim.(Indra/hms).

Kirim komentar Anda disini

Komentar