Minggu , Desember 5 2021

Aksi Tak Sopan Aktivis Femen Ganggu Konferensi Muslim

Detak kampar.com Dua
orang wanita yang telanjang dada tiba-tiba muncul di sebuah Konferensi Muslim
di Pontoise bagian barat laut Paris, Prancis. Dua wanita yang tak diketahui
namanya itu, tiba-tiba masuk dan langsung mengambil alih mikrofon. 

Mereka
kemudian berteriak dan mengepalkan genggaman tangan mereka ke udara. Laman Dailymail,
Minggu, 13 September 2015, melansir dua pria yang mengenakan kopiah memilih
mundur ke belakang. 
Di
dada dan punggung dua aktivis wanita itu tertulis pesan dalam tinta berwarna
hitam. Pesan itu bisa dibaca: “tidak ada siapa pun yang bisa membuat saya
menyerahkan sesuatu”. Tidak diketahui dengan jelas apa yang mereka
protes. 
Tidak
berapa lama, momen di panggung menjadi kacau. Kedua wanita itu akhirnya diusir
keluar dari atas panggung. 
Wanita
pertama dibawa oleh petugas keamanan sedangkan aktivis wanita lainnya tetap
berteriak memprotes di atas panggung. Tetapi, tak berapa lama, beberapa pria
datang dan menyeretnya keluar. 
Dalam
satu adegan, terlihat seorang pria bahkan menendang salah satu aktivis wanita
itu ketika sudah tergeletak di permukaan tanah. Kendati belum diketahui
identitas dua wanita yang terlibat, namun berdasarkan hasil laporan, diduga
mereka merupakan aktivis organisasi Femen. 
Organisasi
itu mulai dibentuk di Ukraina pada tahun 2008 lalu. Mereka terkenal menggunakan
telanjang tanpa busana untuk menyampaikan ide dan memprotes pemerintah serta
organisasi yang bertentangan dengan pemikiran mereka. 
Seperti
pada awal tahun ini, aktivis Femen mengganggu acara peringatan hari buruh
ketika pemimpin sayap kanan Marine Le Pen tengah menyampaikan pidato. Aktivis
Femen memberi salam ala Nazi dan menggunakan pengeras suara untuk mengganggu
jalannya acara. ***

Kirim komentar Anda disini

Komentar