Sabtu , 19 Oktober 2019

Antisipasi DBD Dan Diare, PMI Kampar Lakukan Kaporitisasi Sumur Warga Korban Banjir

Wakil Ketua PMI Kampar, H. Tanzili Ali S.Sos melakukan melakukan kaporitisasi sumur-sumur warga, Senin (25-1).

Detak kampar.com   KAMPAR UTARA – Antisipasi timbulnya
gejala Diare dan Demam Berdarah (DBD) dan penyakit lainnya, Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar melaksanakan kegiatan kaporitisasi terhadap
sumur warga yang terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu yang
lalu. Kegiatan direncanakan akan menyisir seluruh desa yang ada di Kabupaten
Kampar yang dimulai dari hari Senin (25/1) hingga beberapa hari ke depannya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua PMI Kampar, Drs H Zulher MS saat dijumpai di
Desa Kecamatan Kampar Utara.

Dalam kesempatan itu Zulher
mengungkapkan bahwa Banjir sudah surut di Kabupaten Kampar. Namun itu, efek
akibat banjir ini masih dirasakan oleh warga di Kabupaten Kampar. Efek yang
dirasakan oleh warga itu adalah penyakit yang dirasakan oleh warga akibat kuman
maupun penyakit yang tertinggal di rumah, sumur dan sekitar lingkungan warga.
Untuk pencegahan itu, maka dilakukan kaporitisasi agar air di sumur warga
sebagai sumber air minum tidak mengandung kuman dan penyakit.
“Kaporitisasi sumur sangat penting
kita lakukan agar masyarakat tidak terkena penyakit DBD, gatal-gatal atau
penyakit kulit lainnya. Dimana, air sumur sebagai sumber kebutuhan air rumah
tangga baik makan/minum, cuci, mandi dan kakus. Jika tidak di kaporit tentu
korban banjir mudah terkena penyakit tersebut”ujar Zulher.
Untuk melakukan kegiatan
kaporitisasi ini, pada hari ini, PMI Kampar membagi dalam dua tim yaitu tim
pertama untuk langkah kaporitisasi yang dipimpin langsung oleh Zulher dan yang
kedua kepala Markas PMI Kampar, Misrahayati, yang melakukan pengobatan gratis
di Kampar Kiri Hulu.
Pada saat dihubungi senin (25/1),
Zulher telah menyisir seluruh desa yang berada di Kecamatan Kampar Utara,
Rumbio Jaya, dan Gunung Sahilan. Dia menyebutkan sebagian sumur warga di
kecamatan tersebut telah mereka berikan kaporit namun sebagian lain akan
dilaksanakan dalam beberapa hari ke depannya.
“Karena hampir seluruh desa di
Kampar kena banjir maka  masih banyak
daerah yang belum tersentuh oleh program PMI Kampar ini. Jadi jika ada warga
yang merasa sumurnya perlu dilakukan kaporitisasi, silahkan hubungi PMI Kampar
baik melalui pengurus kabupaten maupun PMI Cabang kecamatan”ujar Zulher.
Terakhir dia menghimbau kepada warga
berhati-hati menggunakan air sumurnya agar tidak terkena penyakit pasca banjir.(dir/Edi)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Akhir November Kampar Laksanakan Pilkades Serentak, Ini Kata Kadis PMD

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID – Setelah ditetapkan, dengan ditandatanganinya Perbup (Petaturan Bupati) oleh Bupati Kampar maka Dinas ...