Senin , November 29 2021

Antisipasi Konflik Yang Mungkin Terjadi KPUD Riau Adakan Sosialisasi Tentang Pilkada Di Tapung Hulu

Detak kampar.comTAPUNG HULU –
Untuk menghindari dan mengantisipasi konflik yang mungkin akan timbul sehubungan
dengan dilaksanakannya pilkada di Kabupaten Rokan HuluKomisioner KPUD Riau yang
bekerjasama dengan KPUD Kampar dan KPUD Rokan Hulu melaksanakan sosialisasi
Sabtu 05’12/15.

Kegiatan
sosialisasi ini diadakan di halaman Kantor Kepala desa Intan Jaya yang
merupakan bagian dari 5 desa di wilayah kecamatan Tapung Hulu kabupaten Kampar,
yang mana sebelumnya wilayah ini disengkatan dengan kabupaten Rokan Hulu
terkait batas wilayah kedua kabupaten bertetangga ini.
Untuk
mengantisipasi potensi konflik yang mungkin timbul sehubungan dengan
pelaksanaan Pilkada di kabupaten Rokan Hulu pada tanggal 9 Desember 2015
mendatang, maka KPUD Riau bekerjasama dengan KPUD Kampar dan Rokan Hulu
menggelar kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak
terprovokasi atau terpancing dengan isu yang berkembang yang sengaja diciptakan
oleh oknum yang ingin mamanfaatkan situasi.
Kegiatan ini
juga dihadiri Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SiK didampingi Kapolsek Tapung
Hulu AKP Nurman SH dan beberapa pejabat Pemrov Riau antara lain Kasubbag Hukum
Pemprov Riau Edi Yudarianto, SH, Kadis Transduk Pemprov Riau Ir. Susilo. Turut
hadir Upika kecamatan Tapung Hulu dan kecamatan Kunto Darussalam dan juga
Kepala Desa dari 5 desa di wilayah ini beserta warga masyarakat yang berjumlah
sekitar 200 orang.
Dalam materi
sosialisasi yang disampaikan berbagai narasumber ini, baik dari KPUD Propinsi Riau,
KPUD Kampar dan KPUD Rokan Hulu pada intinya menyampaikan bahwa wilayah 5 desa
yang meliputi desa Tanah Datar, Intan Jaya, Muara Intan, Rimba Jaya dan Rimba
Makmur tidak termasuk dalam DPT untuk Pilkada Rokan Hulu sesuai dengan
Keputusan Mahkamah Agung RI nomor : 395K./ TUN/ 2011 dan Peraturan Menteri
Dalam Negeri nomor 56 tahun 2015 tentang kode dan data wilayah administrasi
pemerintahan bahwa status wilayah ke-5 desa tersebut masuk kedalam administrasi
pemerintah kabupaten Kampar. 
Sebubungan
hal tersebut diharapkan kepada warga masyarakat untuk memahami hal tersebut dan
tidak terpancing atau terprovokasi oleh isu isu yang berkembang yang sengaja
dibuat pihak tertentu untuk mengacaukan situasi. Diharapkan kedepannya tidak
ada lagi konflik terkait permasalahan ini sehingga tercipta suasana aman dan
kondusif.
Kapolres
Kampar AKBP Ery Apriyono SiK yang ditemui media usai menghadiri acara
sosialisasi ini menghimbau kepada seluruh warga masyarakat terutama di wilayah
5 desa ini untuk dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan tidak mudah
terprovokasi oleh pihak tertentu yang akan mengganggu ketenteraman masyarakat.(Dkc-dir/Edi)

Kirim komentar Anda disini

Komentar