Senin , Oktober 25 2021

Ardo: Ini Murni Demi Misi Kemanusian

12799105_1763491677217831_5824106932517867025_n

Detak Kampar.co.id Kampar Kiri Hulu. Pemerintah Kabupaten Kampar mengirim bantuan bagi warga 4 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang tersisolir akibat akses jalan terputus diterjang banjir beberapa pekan yang lalu pada Selasa (1/3).

Sebanyak 7 ton beras dan 1000 paket sembako dikirim melewati medan berat menyusuri bibir bukit, tebing curam yang dikelilingi gunung, bukit dan batu cadas di Desa Harau, Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota Sumatra barat. Empat desa yang dituju adalah Desa Tebing Tinggi, Desa Tanjung Permai, Desa Lubuk Bigau, Desa Pangkalan Kapas.

12803017_1763504440549888_2974843673589372811_n

Dibawah guyuran hujan Kepala BPBD Kabupaten Kampar Santoso bersama beberapa orang stafnya, Rahmat Jevary Juniardo selaku anggota DPRD Kabupaten Kampar sekaligus selaku Ketua KNPI Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu, Nuzum Ashal, Kepala Desa Tanjung Permai Samsul Jasrul, Kepala Desa Tebing Tinggi Joni Antoni juga turut dalam pendistribusian bantuan ini melintasi hutan lebat dan melewati sungai berarus kencang.

Medan berat menyusuri lembah dan melintasi ngarai-ngarai ditambah guyuran hujan deras sedikitpun tidak mengendurkan nyali rombongan untuk sampai ke 4 desa terisolir demi misi kemanusian mengirim bantuan makanan bagi ratusan Kepala Keluarga (KK) di desa yang dikelilingi bukit, gunung dan puluhan sungai itu.

Rombongan sempat dicegah oleh warga Desa Harau, pintu masuk menuju Desa Tebing Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu untuk masuk menuju 4 desa terisolir karena medan berat ditambah cuaca buruk. Warga khawatir jika dilewati bisa membahayakan jiwa rombongan. Warga sempat menyarankan distribusi bahan makanan ini ditunda hingga cuaca membaik.

“Cuaca sedang hujan deras, jalan licin, sungai-sungai sedang meluap tak bisa dilewati oleh mobil, motor bahkan berjalan kaki pun kami rasa sulit,” ucap seorang warga.

Namun, saran dari warga diabaikan Rahmat Jevary Juniardo yang memimpin rombongan. Menurutnya rencana pengiriman bantuan ini tidak bisa ditunda lagi, karena sudah beberapa kali gagal akibat terhalang cuaca,”bagaimanapun bantuan ini harus kita antarkan hari ini,” timpalnya.

Menurut Ardo, demi warga disana pengiriman bantuan ini tetap harus dilanjutkan, sebab sudah beberapa kali gagal akibat cuaca buruk. Akhirnya rombongan tetap bergerak menuju desa-desa yang dimaksud. Hanya saja, mobil biasa tidak bisa digukan sebagai alat transportasi menuju kesana. Maka dipilihlah mobil yang telah dimodifikasi khusus agar bisa melintasi medan di tebing-tebing curam nan licin.

Juru kemudi mobil offroad ini adalah orang handal, profesional yang memang biasa melewati medan-medan berat. Perjalananpun dimulai, melewati tanjakan tinggi menjulang, penurunan menukik memicu adrenalin dan membuat jantung berdegub kencang. medan terberat bagi mobil-mobil pengangkut paket-paket sembako ini adalah saat melintasi sungai-sungai yang sedang meluap akibat curah hujan tinggi di Provinsi Sumatra Barat beberpa pekan terakhir.

“Selain mengantar bantuan bahan pokok, kita juga ingin bertatap muka dengan warga 4 desa. Dengan begitu kita bisa memastikan keadaan mereka baik-baik saja,” ungkap Santoso mewakili Bupati Kampar, H Jefry Noer yang batal datang disebabkan ada keperluan penting dan mendadak.
Sementara Rahmat Jevary Juniardo mengatakan dirinya sangat ingin bertemu dengan warga di 4 desa yang terisolir. Ia ingin berdialog dengan warga disana. Sehingga ia bisa mamastikan warga dalam keadaan kuat dan tabah dengan musibah yang melanda serta bisa mendengar aspirasi dan keluh-kesah para warga secara langsung.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi warga di 4 desa ini. Karena itulah saya tetap datang meski melewati medan seberat ini, saya tidak ingin hanya mendapat laporan saja,” katanya.

Lanjut pria muda yang digadang-gadang banyak pihak maju menjadi calon bupati Kampar ini mengatakan, dirinya datang demi rasa kemanusian bukan dikarenakan motif politis.

“Disini hanya ada seribuan warga yang memiliki hak suara pada pemilu, kalau aspek politik tentu saja saya tak akan kemari,” ungkap Ardo.

Tambahnya, seribuan pemilih tentu bukanlah suara yang besar dalam Pilkada Bupati Kampar nanti. Dirinya akan lebih memilih datang ketempat lain yang memilik pemilih yang lebih banyak.

Setelah menyusuri lembah sungai dan hutan lebat di antara bukit dan gugusan gunung, rombongan pun sampai menjejakkan kaki di Desa Tanjung Permai, dimana desa ini terletak paling ujung di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat.

“Bantuan yang kita bawa ini cukup untuk keperluan warga selama 1 bulan kedepan. Mudah-mudahan bermanfaat,” ujar Ardo.

Masyarakat diwakili oleh Kepala Desa Tanjung Permai Samsul Jasrul mengucapkan rasa terimakasih atas bantuan yang dikirim Pemkab Kampar bersama KNPI. Menurut Samsul bantuan ini akan menjadi persediaan makan warga hingga satu bulan kedepan.
“Alhamdulillah ini akan menjadi bekal warga kami hingga musibah ini berlalu. Kita berharap dalam satu hingga dua minggu ini musim penghujan akan segera usai sehingga banjirpun akan segera berlalu” ucapnya.

Dia juga berharap selama satu bulan kedepan pembangunan jembatan-jembatan darurat selesai dibangun oleh BPBD Provinsi dan BPBD Kampar untuk membuka akses masuk menuju desa mereka via Kecamatan Kampar Kiri, tepatnya di Kelurahan Lipat kain.(DK)

Kirim komentar Anda disini

Komentar