Minggu , Desember 5 2021

Asal Mula Mushaf Alquran di Eropa

Detak kampar.com JAKARTA
— Mushaf Alquran banyak ditemukan di belahan negara-negara Eropa. Rektor
Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Prof Dr Nasaruddin Umar mengatakan
mushaf-mushaf di sejumlah negara Barat karena dibawa para penjajah Eropa saat
menjajah negara-negara Islam.

Nasaruddin mengatakan banyak penjajah Eropa yang menjajah negara-negara Islam.
Ketika mereka kembali ke negaranya, banyak benda bersejarah yang dibawa
termasuk lembaran-lembaran naskah Al-quran.

“Banyak Alquran ditemukan di Eropa karena dibawa penjajah zaman dulu di
negara Islam,” katanya saat dihubungi Kamis (23/7).

Menurutnya, penjajah zaman dahulu banyak bertransaksi manuskrip dengan penduduk
lokal. Termasuk saat penjajah asal Perancis yang menjajah Mesir dulu. Mereka
membawa banyak benda kuno salah satunya mushaf Alquran yang dimiliki umat
Muslim kala itu.

Karenanya, saat ini banyak negara Eropa yang mengklaim menemukan mushaf Alquran
tertua. Hal itu menurutnya sudah biasa. Alquran yang ditemukan tersebut juga
kebanyakan ditulis pada masa Bani Muawiyah dan Abbasiyah.

Sebelumnya mushaf kuno Alquran ditemukan kembali di Universitas Birmingham,
Inggris. Berdasarkan hasil uji penanggalan dengan radiokarbon, diketahui
lembaran Alquran tersebut berusia sekitar 1.370 tahun. Penemuan ini diklaim
sebagai Alquran tertua di dunia.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar