Senin , November 29 2021

Awas… Ekstrimis Kristen Mulai Mengancam

Surat Edaran GIDI Pelarangan Sholat Idul Fitri



Detak kampar.com Gereja Injil di
Indonesia (GIDI) wilayah Tolikara, diduga kuat berada dibalik aksi pembakaran
Musholla dan pelarangan sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara,
Papua, Jumat (17/7/2015) pagi.

Pasalnya, beredar surat yang berisikan
pelarangan melaksanakan sholat Idul Fitri yang ditandatangani oleh Ketua GIDI
Wilayah Toli Pdt Nayus W dan Sekretaris Pdt Marthen Jingga. Surat yang
dikeluarkan pada 11 Juli 2015 tersebut, ditembuskan kepada Bupati Tolikara,
Ketua DPRD Tolikara, Polres Tolikara, Danramil Tolikara.
Meski membenarkan, namun pihak
Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil di Indonesia (PGLII) yang membawahi GIDI
menolak surat tersebut.
” Kami tegaskan bahwa surat
tersebut bukan suara PGLII. Kami tidak pernah sepakat atau setuju dengan isi
surat tersebut,” kata Roni Mandang Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga
Injil di Indonesia (PGLII) di Jakarta, Sabtu (18/7).
Ia justru menyalahkan pihak pemerintah
dan aparat keamanan setempat yang tidak tanggap, padahal sudah ada surat edaran
yang dikeluarkan oleh GIDI.
” Seharusnya, ketika sudah
beredar surat pemberitahuan, harus ada tindakan pengamanan. Apalagi isi surat
ini berpotensi menimbulkan persoalan dan sudah disampaikan pada penegak hukum
dan aparatur sipil setempat,” ujarnya.
Apapun alasan yang disampaikan,
pelarangan seperti ini harusnya tidak terjadi di Indonesia. Apalagi dengan aksi
kriminal pembakaran hingga menimbulkan korban.
Pemerintah diminta tegas mengusut
kasus ini, kekerasan yang mengatasnamakan agama dalam bentuk apapun tak boleh
dibiarkan terjadi di Indonesia.
Jika dibiarkan, bukan mustahil akan
terjadi di daerah- daerah lainnya di Indonesia, dimana umat Islam minoritas. ***

Kirim komentar Anda disini

Komentar