Minggu , Desember 5 2021

Bahayanya bermain Pokemon Go

Pokemon-GO

detakkampar.co.id – Game yang kotroversi, sejak pertama kali diluncurkan, kemeriahan Pokemon GO tidak dapat dibendung lagi. Game ber-genre Augmented Reality (AR) buatan Niantic ini berhasil memikat hati pengguna smartphone di seluruh dunia. Bahkan, para gamer dari negara-negara yang seharusnya tidak mempunyai akses memainkan Pokemon GO rela menginstal APK bajakan. Timeline media sosial dibanjiri dengan foto-foto dimana pokemon ditemukan, dari taman taman yang asri sampai toilet yang jorok.

Namun selidik punya selidik, Pokemon GO ternyata mengkhawatirkan. Dilihat dari berbagai aspek, game ini mempunyai efek negatif yang tidak saja akan menimpa gamer secara individu, namun juga pengguna smartphone secara global.

Berikut 6 hal buruk bila kamu terus memainkan Pokemon Go, dikutip dari inovasee?

  1. Berpotensi menghamburkan uang

Pokemon GO memiliki fitur in-game transaction dimana pemain bisa menukar uang asli dengan mata uang virtual. Nantinya, uang virtual ini bisa digunakan untuk membeli berbagai item yang tersedia di Pokemon’s Item. Nah, daripada menghamburkan uang untuk menikmati game secara instan seperti itu, lebih baik kamu mencarinya dengan usaha sendiri. Bukankah misi dari sebuah game adalah berusaha ekstra keras demi sebuah hasil? Jadi jangan mudah terjebak iming-iming ya.

  1. Boros baterei yang berujung pada rusaknya smartphone

Niantic menerima banyak keluhan dari para pemain Pokemon GO yang mengatakan bahwa game ini terlalu banyak menyedot daya baterei karena GPS dan kamera yang bekerja terus-menerus. Sayangnya, pihak Niantic sendiri membenarkan masalah itu tanpa berencana memberi solusi apapun.
Borosnya baterei tidak hanya akan merusak perangkat penampung daya itu sendiri, namun juga akan mengganggu kinerja smartphone bila tidak segera ditangani. Jadi, masih tetep keukeh bermain Pokemon GO meskipun smartphone-mu menjadi taruhannya?

  1. Harus memasuki area-area terlarang

Dibandingkan game lain, Pokemon GO mempunyai satu keunikan dimana pemainnya harus terus berpindah tempat saat memainkannya. Pemain diharuskan mencari pokemon di tempat-tempat yang tidak bisa diperkirakan. Lalu, apa jadinya jika pokemon berada di tempat yang seharusnya tidak boleh dimasuki seperti kantor polisi?

Inilah yang terjadi di kantor polisi daerah Darwin, Australia. Dalam aplikasi Pokemon GO, kantor polisi tersebut ternyata merupakan stasiun Pokestop. Karena tidak ingin ada yang sembarang masuk, kepolisian Darwin langsung mengumumkan himbauan dengan cara yang unik.

  1. Diskriminasi prosesor Intel

Sudah menjadi rahasia umum jika Pokemon GO tidak bisa dimainkan pada smartphone dengan prosesor Intel

Akibatnya, semua pemilik ASUS Zenfone sama sekali tidak bisa merasakan sensasi game ini. Banyak pengguna smartphone asal Taiwan itu yang mengajukan keluhan langsung melalui fan page Niantic.
Sayangnya, situasi yang tidak mengenakkan ini malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dengan menyebar flame war untuk mendiskriminasi pengguna smartphone Intel. Di sisi lain, isu akan dihapusnya akun-akun yang menggunakan APK bajakan juga mencuat yang diperkirakan berasal dari orang-orang yang tidak bisa memainkan Pokemon GO.

  1. Membahayakan keselamatan pemain

Karena begitu terobsesi menangkap pokemon, bisa saja pemain Pokemon GO lengah dengan kondisi sekitarnya. Tidak mustahil seorang pemain tertabrak mobil karena menyeberang jalan sembarangan saat ingin menangkap pokemon, atau memasuki daerah rawan yang berujung pada aksi perampokan.

  1. Malware DroidJack yang tertanam pada APK bajakan mampu mengontrol smartphone pengguna

Indonesia adalah salah satu negara yang belum diberi akses bermain Pokemon GO secara resmi. Jadi, mau tidak mau kita harus meng-install dari APK bajakan yang tersebar di internet. Masalahnya, APK tak resmi itu sudah lebih dulu disuntikkan malware bernama DroidJack yang mampu mengontrol smartphone pengguna.

DroidJack akan meng-install backdoor untuk melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, merekam suara, membaca daftar kontak, hingga mengaktifkan atau memutus koneksi WiFi. Malware ini sudah disebar 72 jam sejak Pokemon GO dirilis secara resmi di Australia dan Selandia Baru. Setelah membahayakan keselamatan, DroidJack menjadi urutan kedua sebagai dampak negatif game Pokemon GO terparah.
Kamu yang sudah memainkan Pokemon GO? Berhenti lah dari sekarang!***

Kirim komentar Anda disini

Komentar