Jumat , Oktober 22 2021

Bank Dunia membatalkan pemberian pinjaman US$ 90 juta atau sekitar Rp 900 miliar kepada Uganda.

Detak kampar.com-Kampala -Lembaga multilateral Bank Dunia membatalkan
pemberian pinjaman US$ 90 juta atau sekitar Rp 900 miliar kepada Uganda.
Penyebabnya, karena negara ini mengesahkan undang-undang larangan
homoseksual (anti-gay).

Awalnya, pinjaman dari Bank Dunia ini akan digunakan untuk memperkuat sistem kesehatan.

“Kami
membatalkan proyek ini karena ada perkembangan baru terkait dampak yang
akan terjadi karena munculnya undang-undang ini,” kata juru bicara Bank
Dunia, seperti dilansir dari AFP, Jumat (28/2/2014).

Langkah
Bank Dunia ini mengikuti Norwegia dan Denmark yang membatalkan bantuan
untuk Uganda, karena Presiden Uganda Yoweri Museveni meneken
undang-undang larangan homoseksual tersebut.

“Orang homoseksual
biasanya mata duitan. Mereka sebenarnya heteroseksual, tapi karena uang,
mereka menjadi homoseksual,” kata Museveni.

Menteri Luar Negeri
John Kerry menyatakan, undang-undang anti homoseksual ini sama seperti
undang-undang anti semit di Nazi, dan juga kebijakan apartheid di Afrika
Selatan.

Kirim komentar Anda disini

Komentar