Minggu , Desember 5 2021

Beberapa Titik Plafon RSUD Rusak, Dirut Sebut Biaya Perawatan Minim

received_1899659986934332

BANGKINANG (DK)- Kondisi gedung RSUD Bangkinang mengalami kerusakan di bagian dalam. Berdasarkan pantauan, Selasa (29/11) terlihat plafon di sejumlah ruangan mengalami kerusakan.

Salah satu plafon yang rusak adalah di dalam ruang Nicu perawatan bayi di lantai II gedung. Selain itu, sejumlah titik juga mengalami hal yang sama, seperti plafon branda gedung sebelah timur.

Dirut RSUD Bangkinang, dr Wira Dharma kepada wartawan mengaku kerusakan itu hanya berupa kerusakan kecil dan tidak akan mengganggu pelayanan kepada para pasien.

“Iya, kerusakan itu kita akui. Tapi kerusakan itu tidak akan mengganggu pelayanan, karena hanya kerusakan kecil,” ujar Wira.

Terkait biaya perawatan gedung, Wira mengungkapkan, dana yang dianggarkan oleh pemerintah sangat kecil. Dana yang sedikit itu digunakan pihaknya untuk melakukan perawatan di titik-titik yang prioritas.

“Dana ada sedikit. Kita gunakan di titik-titik prioritas. Adapun tahun depan sudah direncanakan anggaran pemeliharaan gedung lebih besar lagi,” tukas Wira.

Ditambahkannya, kerusakan beberapa titik bagian plafon ini disebabkan oleh pengembunan air dari pipa AC. Padahal dari pantauan lapangan, kuat dugaan rembesan-rembesan air yang memicu kerusakan plafon ini disebabkan rembesan air hujan yang masuk melalui celah-celah dinding yang mengalami banyak keretakan. (1)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
apa Titik Plafon RSUD Rusak, Dirut Sebut Biaya Perawatan Minim

BANGKINANG (DK) – Kondisi gedung RSUD Bangkinang mengalami kerusakan di bagian dalam. Berdasarkan pantauan Awak media Selasa (29/11) terlihat plafon di sejumlah ruangan mengalami kerusakan.

Salah satu plafon yang rusak adalah di dalam ruang Nicu perawatan bayi di lantai II gedung. Selain itu, sejumlah titik juga mengalami hal yang sama, seperti plafon branda gedung sebelah timur.

Dirut RSUD Bangkinang, Dr. Wira Dharma kepada Awak media mengaku kerusakan itu hanya berupa kerusakan kecil dan tidak akan mengganggu pelayanan kepada para pasien.

“Iya, kerusakan itu kita akui. Tapi kerusakan itu tidak akan mengganggu pelayanan, karena hanya kerusakan kecil,” ujar Wira.

Terkait biaya perawatan gedung, Wira mengungkapkan, dana yang dianggarkan oleh pemerintah sangat kecil. Dana yang sedikit itu digunakan pihaknya untuk melakukan perawatan di titik-titik yang prioritas.

Dana ada sedikit. Kita gunakan di titik-titik prioritas. Adapun tahun depan sudah direncanakan anggaran pemeliharaan gedung lebih besar lagi,” tukas Wira.

Ditambahkannya, kerusakan beberapa titik bagian plafon ini disebabkan oleh pengembunan air dari pipa AC. Padahal dari pantauan lapangan, kuat dugaan rembesan-rembesan air yang memicu kerusakan plafon ini disebabkan rembesan air hujan yang masuk melalui celah-celah dinding yang mengalami banyak keretakan. (DK)

Kirim komentar Anda disini

Komentar