Sabtu , Desember 4 2021

Berdalih Sumbangan Sukarela Dinas P dan K Kampar Pungut Biaya Ambil SK Tambahan Mengajar

dscn5981
suasana saat para guru mengambil SK

BANGKNANG KOTA (DK) – Dengan dalih sumbangan sukarela Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Kampar kembali terjadi pungli, setelah dihebohkan oleh pungli terkait pencairan beasiswa untuk tingkat mahasiswa pada tahun sebelumnya. Namun pungutan liar kembali terjadi kepada guru sertifikasi yang mengambil SK tambahan jam mengajar di Kantor Dinas P&K Kampar, Selasa (27/09/2016).

Ratusan ASN yang mendapat sertifikasi mendatangi Kantor Dinas P&K untuk mengambil SK tambahan jam mengajar. Ironisnya, pengambilan SK tersebut pihak terkait mewajibkan untuk membayar sumbangan sukarela.

“Ya kami diwajibkan untuk membayar secara sukarela, tapi melihat orang membayar 50 ribu terpaksa pula kami membayar sebanyak itu,” ungkap salah seorang Guru SMP di Kabupaten Kampar yang tidak mau diketahui identitasnya.
Dengan pembayaran suka rela Rp 50 ribu/orang itu membuat sejumlah guru merasa tidak ikhlas.

“Ya mau tidak mau, bagai mana lagi, kitakan butuh dengan SK ini, harus diterima walaupun membayar 50 ribu, kalau orang butuh pak 500 ribupun akan dibayar,” Ungkapnya pada wartawan.

Disisi lain, hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang Guru SMP. “sebenarnya bukan kali ini saja. Setiap SK atau apapun yang kami ambil di dinas ini, selalu ada sumbangan yang dikenakan ke kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K),Dr. H. Nasrul Zein, M.Pd ketika dijumpai di ruang kerjanya sedang tidak berada ditempat.

Pada saat itu, Kasi dikdas ketika dikonfirmasi membantah adanya pungli, menurutnya pungutan yang dilakukan oleh petugas bukanlah pungutan liar tetapi hanya sumbangan sukarela.

“Sumbangan itu bukan ditetapkan, tetapi kami meminta hanya ala kadarnya atau sukarela, tergantung mereka yang memberi berapa,” katanya.

Lebih jauh, hasil pungutan tersebut disebut Kasi Dikdas akan digunakan untuk pegawai honor yang tidak mendapatkan gaji dari dinas terkait.

“ASN yang mengambil SK itu lebih dari 400 orang. Untuk orang yang pakai baju putih, karena mereka bekerja tidak digaji,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, ratusan pegawai negari yang memakai baju Dinas ketika namanya terpanggil sudah siap uang 50 ribu dan memasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan oleh petugas. diperkirakan tidak kurang dari 50 ribu per orang.(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar