Minggu , Desember 5 2021

Berkat Sumbangan Alumni Pembangunan Masjid STIE Di Mulai

Detak kampar.com  BANGKINANG –
Pembangunan  Masjid Qowariro Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang
yang merupakan sumbangan dari alumni STIE Bangkinang dimulai. Hal itu ditandai
dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan
Kampar (YLPK) Drs H Zulher MS.

Kegiatan
peletakan batu pertama dilaksanakan di Kompleks STIE Bangkinang, Rabu (28/10).
Tampak hadir Ketua YLPK Ir H Neflizal MM, Ketua STIE Bangkinang Ir H Zamhir
Basem MM, Ketua Ikatan Alumni STIE Bangkinang Firdaus SE, Ketua Panitia
Pembangunan Masjid H Sopiyan SE, anggota DPRD Kampar Fahmil SE yang juga alumni
STIE Bangkinang, perwakilan Bank Mandiri Bangkinang serta para alumni, pengurus
yayasan dan civitas akademika STIE Bangkinang.
Meskipun
rangkaian acara peletakan batu pertama dilaksanakan di tengah hujan gerimis
akan tetapi seluruh undangan yang hadir tetap semangat mengikuti acara hingga
selesai. Zulher dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap alumni STIE
Bangkinang yang sudah menyumbangkan pembangunan Masjid untuk STIE Bangkinang.
“Semoga dengan dimulainya pembangunan masjid ini sekaligus sebagai doa kepada
Allah agar kabut asap ini segera berlalu,’’ucap Zulher.
Zulher
mengharapkan agar kepanitiaan di bawah H Sopiyan SE ini dapat merampungkan
pembangunan Masjid sesuai dengan yang telah direncanakan, yakni dalam kurun
waktu 90 hari kerja. Dengan demikian, Masjid Qowariro STIE Bangkinang dapat
segera difungsikan. Terlebih lagi sudah ada pula jaminan dari alumni STIE
Bangkinang Fahmil SE untuk instalasi listrik sampai KWH.
Sebelumnya,
Ketua STIE Bangkinang Ir H Zamhir Basem bahwa seluruh jajaran STIE Bangkinang
sangat berterimakasih atas kepedulian para alumni STIE Bangkinang. Zamhir
berjanji akan terus memberikan dukungan kegiatan yang positif ini agar berjalan
lancar.
Ketua
Panitia Pembangunan H Sopiyan SE kepada wartawan usai peletakan batu pertama
menjelaskan bahwa Masjid yang akan dibangun di Kompleks STIE Bangkinang
direncanakan memiliki kapasitas lebih kurang 200 orang, dengan luas bangunan
11×11,5 meter per segi dan biaya Rp350 juta. “Kami berupaya, insyaAllah Masjid
ini akan selesai pembangunannya dalam kurun waktu tiga bulan atau 90
hari,’’ucap Sopiyan yang kemarin tepat berulang tahun ke 55. (dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar