Rabu , Oktober 20 2021

Biar Awet!, Rendang Diradiasi Nuklir

Detak kampar.com Bogor – Siapa yang tak kenal rendang, makanan khas Padang ini
masuk dalam makanan terenak ketiga di dunia. Badan Tenaga Atom Nasional
(Batan) pun tergerak untuk menguji dengan kemampuan teknologi
terbarukan, agar rendang jadi lebih higienis dan tahan lama.

Quote:

“Di Cikadu, Pemalang ada demo, karena bosen dengan makanan yang ada
akhirnya dikasih rendang dengan diiradiasi. Dan ternyata rendangnya
katanya enak, dan tahan lama. Bahkan, itu bisa tahan sampai
bertahun-tahun,” ujar Deputi Kepala Batan Sains dan Aplikasi Teknologi
Nuklir, Bogor.

“Ini kalau menjadi peluang usaha, bisa dijual ke luar negeri,” sambung Ferhat.

Pemanfaatan energi nuklir, menurut Ferhat, memang sangat banyak,
khususnya di bidang pertanian, pangan, kesehatan hingga industri. Namun
sayang, masyarakat belum banyak mengenal karena masih terkungkung
paradigma nuklir.

“Masyarakat banyak yang tidak tahu, paling mereka baru tahu pas
nyari-nyari di internet ternyata bisa ya. Seperti perusahaan Jepang yang
baru-baru ini, akhirnya kita kerja sama, dan income itu masuk ke kas
negara,” jelas Ferhat.

Contoh lainnya, lanjut Ferhat, manfaat energi nuklir melalui iradiasi
terhadap buah-buahan. Buah-buahan menjadi lebih awet dan higeinis. “Tapi
orang Amerika dan Eropa lebih suka mangga India dan China ketimbang
punya Indonesia?”

“Karena mereka sudah meradiasi mangganya, sehingga bebas bakteri. Orang
Amerika gak mau beli mangga yang ada wabahnya. Jeruk juga gitu, yang
biasa tahan 2 minggu, kalau diiradiasi bisa tahan berbulan-bulan,”
sambung Ferhat.

Di bidang pertanian, sambung Ferhat, manfaat nuklir sudah terbukti di
banyak varietas padi. Misalnya janis padi Sidenuk, itu 1 hektar bisa
panen 7 sampai 9 ton. Padahal jika menggunakan cara biasa hanya
menghasilkan 3 ton.

“Varietas padi ini sudah 20 dari hasil manfaat nuklir. Kedelai juga
sudah ada 8 varietas. Jadi iradiasi ini sama halnya radiasi matahari,
bedanya itu dipercepat dengan mengubah DNA, sehingga lebih cepat,” jelas
dia.

Begitu juga di bidang industri dan kesehatan. Menurut Ferhat, manfaat
nuklir bisa menggunakan scanning gamma. Misalnya untuk pemindaian alat
tabung atau benda tanpa merusak benda tersebut.

“Dulu pernah listrik mati di Senayan, nah PLN bingung mati kenapa neh?
Katanya ada kabel putus antara Jakarta-Bogor. Gimana tuh nyarinya di
dalam tanah? Akhirnya panggil Batan ngecek menggunakan scanning itu, dan
ketemu. Ternyata kabel putus di Manggarai,” contoh dia.

Lebih Higeinis

Terkait bahaya atau kesehatan makanan hasil dari iradiasi, menurut
Ferhat, justru dengan proses ini makanan menjadi lebih sehat dan
higeinis. Karena akan membunuh bakteri yang ada di makanan tersebut.

“Jadi iradiasi makanan ini kadar radiasi dengan kadar yang rendah,
sehingga tidak berbahaya. Justru menyehatkan tubuh manusia, karena
membunuh bakteri di dalam makanan,” jelas dia.

Ferhat menjelaskan, radiasi terbagi menjadi 3 jenis, yakni Alfa
(rendah), Betha (medium) dan Gamma (tinggi). Ia mencontohkan, radiasi
nuklir 5 milisievert (MsV) sama halnya radiasi merokok 1 bungkus.

“Makanya, ketakutan manusia terhadap radiasi nulir itu ketakutan
terhadap radiasi itu sendiri. Bahkan, radiasi Fukushima –reaktor nuklir
Jepang yang meledak beberapa waktu lalu–itu radiasinya cuma 5 MsV
masyarakat dilarang keluar rumah,” ujar Ferhat.

“Coba bandingkan di Mamuju, itu radiasi alam bisa sampai sekitar 50 MsV.
Tapi masyarakat biasa saja. Karena tubuh manusia, jika tiap hari
dikenai radiasi maka akan kebal,” tandas Ferhat. (us/vivanews.com)

Kirim komentar Anda disini

Komentar