Kamis , 24 September 2020

Bupati Siak Bersyukur, Kasus Positif dan PDP Covid-19 di Daerahnya Nihil

SIAK – Sudah tiga hari kasus positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Siak nihil. Bupati Siak, Alfedri bersyukur dengan kondisi ini. Ia juga senang mendapat kabar kepulangan semua santri dari Magetan, Jawa Timur yang terkonfirmasi positif sembuh dan negatif hasil swab ke empat dan ke limanya.

“Syukur alhamdulillah tiga santri yang dari pesantren di Magetan, Jawa timur terkonfirmasi positif sudah sembuh dan dibawa pulang. Keluarganya juga dinyatakan negatif berdasarkan hasil swabnya, artinya mereka yang membawa virus itu juga tidak menularkan ke orang lain atau tidak terjadi transmisi lokal,” Kata Alfedri kepada awak Media, Kamis (4/6/2020).

Alfedri mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua unsur yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di Siak. Menurutnya, berhasilnya penekanan penyebaran virus Corona ini berkat usaha dari tim Gugas dan kesadaran masyarakat.

“Tentunya ini semua berkat kerja keras dan semangat pelayanan terbaik dari teman-teman tenaga medis dan garda terdepan lainnya. Kami atas nama Pemkab Siak berterima kasih yang setulusnya kepada tenaga medis di RSUD Tengku Rafian yang menangani pasien dan semua unsur yang membantu penanganan Covid-19,” Kata dia.

Atas keberhasilan itu, Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan insentif kepada pendukung tim medis yang juga bekerja menangani Covid-19.
[6/7 14.30] Edi Pitopang: Pemerintah Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau membuat inovasi baru dalam penerapan normal baru di lingkungan kerja melalui pegawai yang menggunakan sensor jaga jarak yang dikalungkan di leher.

Camat Dayun, Novendra Kasmara di Dayun, Siak, Jumat mengatakan kalung di leher itu diberi nama “senjata”. Ini bukan benda tajam berbahaya, tapi artinya adalah sensor jaga kita sebagai peringatan bahaya agar masing-masing pegawai dapat menerapkan jaga jarak.

“Senjata ini singkatan dari sensor jarak kita. Setiap pegawai wajib menggunakannya saat bekerja. Senjata ini akan bereaksi mengeluarkan suara peringatan, jika sesama pegawai berada di jarak yang kurang dari satu meter,” katanya.

Hal itu dilakukan dalam penerapan normal baru sebagai suatu bentuk upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman COVID-19. Diharapkan dengan alat ini akan membantu untuk membiasakan diri bekerja di kantor selalu menjaga jarak.

Di Kecamatan Dayun, lanjutnya, penerapan normal baru ini sudah mulai disosialisasikan ke kampung-kampung. Bahkan di lingkungan kantor Camat. Setiap warga yang datang wajib menerapkan protokol kesehatan.

Setiap masyarakat yang datang ke Kantor Pemerintah Kecamatan Dayun untuk berurusan, di depan pintu harus diperiksa dengan thermogun. Suhu tubuh yang normal bisa langsung menuju wastafel portabeldi dekat pintu masuk Kantor Camat Dayun.

“Setelah itu, yang tidak membawa masker akan diberikan masker dan wajib digunakan sebelum masuk ruangan. Saat di ruang tunggu juga jarak masyarakat diatur. Sudah ada marka pada bangku di ruang tunggu,” ujar mantan Camat Sungai Mandau ini.

Saat ini di Kabupaten Siak terdapat empat orang terkonfirmasi positif COVID-19. Semuanya sudah sembuh dengan satu di antaranya merupakan warga Kecamatan Dayun.

(Amri/R)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Bupati Kampar Didampingi Dandim 0313/KPR dan Kapolres Kampar Pimpin Apel Gabungan untuk Sosialisasi Perbup Kampar Nomor 44 / 2020

BANGKINANG KOTA – Jumat pagi (18/9/2020) sekira pukul 08.00 Wib, bertempat di Lapangan Merdeka Kecamatan ...