Senin , Oktober 25 2021

Cek Penggunaan ADD,Kejari Bangkinang Diharapkan Turun Ke Desa Silam Kuok

PhotoGrid_1455971025397

detakkampar.co.id KAMPAR – Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk desa seluruh Indonesia mengalami peningkatan diatas rata-rata 300% tiap desa, termasuk di Kabupaten Kampar, Riau.

Namun niat negara membangun bangsa ini masih banyaknya diselewengkan aparat pemerintahan di tingkat desa. Dalam pelaksaan anggaran pembangunan dana desa ini terkesan terabaikan dari pantauan aparat penegak hukum.

Salah satunya yaitu desa Silam Kecamatan Kuok, Kampar, Riau, dimana pelaksana anggaran dana desa tersebut terkesan masih kucing-kucingan dengan warga setempat, karena tidak adanya transfaransi dalam penggunaanya.

Seperti disampaikan salah satu sumber yang minta namanya tidak disebut kepada metroterkini.com menyampaikan, penggunaan dana desa diduga ada penyelewengan dalam penggunaan anggaran tahun anggaran 2016.

Sumber mengaku, dugaan mark up dana tersebut yaitu seperti pembangunan lapangan bola volly pemuda yang menelan anggaran dana Rp40 juta di duga keras tidak sesuai dengan RAB sebelumnya yang diususlkan para pemuda desa Silam Kuok, Kampar.

Tak hanya itu, pelaksanaan pekerjaannya juga dinilai dilaksanakan hingga malam hari tanpa pengawasan dari pihak aparat desa yang bertanggung jawab.

Pembangunan yang menggunakan ADD lainya yaitu pembangunan sumur bor yang mengahabiskan anggaran per sumurnya Rp 15 juta juga diduga keras tidak sesuai RAB yang sudah disepakati dari awal. Berikutnya pelaksana pembangunan seminisasi jalan desa Silam juga diduga keras pelaksanannya juga hanya asal-asalan yang mengakibatkan di beberapa kegiatan mengalami keretakan pada pembangunan jalan yang belum lama ini selesai.

Salah satunya laporan salah seorang pengurus panitia pelaksana anggaran pembangunan jalan setapak ini juga mengaku Kepala Desa menyodorkan kepada beberapa pengurus untuk menandatangani RAB kosong. Namun akhirnya dia mengaku hanya menandatangani kwitansi kosong saat itu.

Salah seorang aktifis Kampar M.Ikhsan, SH saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan penyelewengan anggara dana desa yang sudah di cairkan tahap pertama sebesar Rp500 juta di bulan Januari 2016 lalu salah satunya desa Silam, Kuok Kabupaten Kampar Riau.

Menyikapi keluhan masyarakat, M. Ikhsan meminta aparat Kejaksaan Negeri Bangkinang melalui Ostar Al Phasri, SH selaku Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidaus) Kejari Bangkinang agar segera melakukan peninjauan terhadap desa-desa yang di duga keras menyelewengkan anggara pembangunan desa. “Bila perlu di survei seluruh desa yang ada di kabupaten Kampar,” ungkapnya.

“Kita harapkan terhadap aparat penegak hukum dalam mewujudkan program Presiden Jokowi dalam kenyukseskan pembangunan yang dimulai dari desa untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Kita juga menghimbau kepada aparat pemerintahan desa saat agar dalam melaksanakan anggaran dana desa ini jangan terkesan kucing kucingan terhadap publik. Anggaran dana desa ini kita minta dalam mengelolahnya juga harus bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ungkapnya. [Rilis Ali)

Kirim komentar Anda disini

Komentar