Sabtu , 20 Juli 2019

Dana BOS Tak Cukup, SMPN 4 Tambang Bebankan Orangtua Siswa Dalam Pelaksanaan UNBK

TAMBANG, DETAKKAMPAR.CO.ID – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Yang berjalan saat ini di tingkat dasar sampai menengah atas rupanya menuai banyak masalah dan di duga menjadi kesempatan oleh oknum dalam melakukan pungutan kepada orang tua agar pelaksanaan tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Hal itu terjadi di salah satu sekolah SMPN 4 Tambang yang memungut sejumlah uang kepada seluruh anak didiknya kelas IX yang akan mengikuti UNBK.

Informasi yang di dapatkan awak media bahwa sekolah tersebut meminta Rp 250.000/ siswa yang akan mengikuti UNBK dan dalam kwitansi yang di berikan pihak sekolah itu berbunyi uang Sukarela namun terindikasi wajib untuk di bayar.

Untuk ke akuratan informasi awak media mencoba mendatangi sekolah yang terletak di Desa Tarai Bangun ,Senin (22/04/2019) dan langsung meminta keterangan dari pihak sekolah yakni Plt Kepsek Erdawati Spd.

Dalam keterangan yang di berikan Erdawati selaku Pelaksana tugas Kepsek Erdawati menjelaskan bahwa sangat benar adanya pungutan itu dan di bebankan kepada orangtua siswa yang akan mengikuti ujian nasional tahun ini.

“Kami membenarkan apa yang sudah jadi informasi di tengah masyarakat namun perlu di ketahui bahwa pihak sekolah harus melakukan itu agar pelaksanaan ujian tetap jalan”katanya.

Di tambahkan Erdawati dirinya kalau tak melakukan pungutan maka ujian akan bisa terkendala,karena sangat banyak hal yang harus di perbaiki dan ruangan yang steril agar anak didik tetap ujian sesuai harapan.

Ketika ditanya apakah dana BOS tidak cukup untuk menghandel seluruh biaya UNBK dengan tegas plt kepsek ini menjawab tidak cukup .

“Sangat banyak yang di butuhkan dan apapun alasannya kami sudah berkoordinasi dengan Dinas tentang kondisi sekolah,mau tak mau kami harus UNBK jadi tak ada kata tidak jadi dan harus sukses dalam UNBK ini”tambahnya lagi.

Sementara itu Korwil Kecamatan Tambang Agusnardi SE di tempat terpisah ketika di minta keterangan terkait persolan tersebut mengaku sudah berkoordinasi dengan kepsek tersebut tentang keluhan dan informasi yang berkaitan dengan pungutan liar itu namun tidak bisa mengambil keputusan dan menyerahkan sepenuhnya kepada plt kepsek tersebut.

“Saya sudah tahu tentang itu tapi saya tak bisa masuk terlalu jauh itu urusan nya kepsek yang bersangkutan “tutupnya.

(Dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

181 Santri/Santriwati PP Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Terima Ijazah Kelulusan

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID – Sebanyak 181 Santri dan Santriwati Kelas XII PP Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang ...