Senin , November 29 2021

Dengan Beribu Alasan Kadis CK dan Tata Ruang Kampar Tidak Pernah Mau Menemui Awak Media

PhotoGrid_1457149090049

Detak Kampar.co.id BANGKINANG KOTA – Mengacu pada tugas pokok Jurnalis (wartawan) yakni mengabdi pada kepentingan publik serta berpungsi mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan maka selaku awak media wartawan bertugas mencari informasi serta menggali kebenarannya untuk disebar luaskan di tengah -tengah masyarakat.

Namun fakta dilapangan yang dialami beberapa orang awak media yang ingin mengomfirmasi atas kebenaran temuan dilapangan kepada Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kab.Kampar Chalisman Jum”at pagi 4/3 sekira pukul 9.30 namun Chalisman melalui ajudannya menyampaikan bahwa Kadis lagi ada tamu silakan tunggu diluar.

Menurut pengakuan salah seorang awak yang hadir saat itu “setelah kami menunggu berselang beberapa menit seorang Scuriti menghampiri kami dan menyampaikan””silakan kebawah Kadis tidak bisa ditemui.”Ungkap awak media.

Ditambahkannya kalau cuma sekali ini mungkin kami masih maklum meskipun kami sangat kecewa dengan pelayanan mereka, namun hal ini bukan sekali ini aja kami udah beberapa kali ingin mengomfirmasi Kadis tapi tak pernah berhasil dengan bermacam alasan yang tidak jelas,”ujarnya dengan nada kesal.

Sementara itu dari penuturan beberapa orang rekan media yang berhasil dihubungi mereka pun mengalami kejadian yang serupa dan mendapat perlakuan yang sama

Dari kejadian diatas maka menimbulkan tanda tanya besar(?) bagi kita mengapa dan apa sebabnya Kadis CK tidak mau menemui awak media dengan bermacam alasan dan pertanyaan ini harus kita cari jawabannya karena sesibuk apapun Kadis biasanya pasti ada sedikit waktu untuk media apalagi yang dikonfirmasi menyangkut kinerja di Dinas terkait.

Didalam melaksanakan tugasnya para awak media sudah dilindungi undang -undang Pers no.40 Tahun 1999 ‘bagi siapa saja yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).(DK)

Kirim komentar Anda disini

Komentar