Senin , Oktober 25 2021

Di Padang Jamaah Tarekat Syattariyah Laksanakan Sholat Iedul Adha Hari Senin

Detak kampar.com PADANG – Beda dengan Ormas NU dan
Muhammadiyah, Jamaah Tarekat Syattariyah di Ulakan, Kabupaten Padangpariaman,
Sumatera Barat (Sumbar) merayakan Idul Adha 1435 Hijriyah pada Senin (6/9),
atau berbeda sehari setelah waktu yang ditetapkan pemerintah.

“Penentuan 10 Dzulhijjah sudah bisa
dilakukan berdasarkan penentuan 1 Ramadhan
dan 1 Syawal 1435 Hijriyah,” kata
Ketua Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Padangpariaman, Syafri Tuanku
Imam Sutan Sari Alam, saat dihubungi dari Padang, Selasa.
Ia menjelaskan menurut bilangan Syattariyah
yang menjadi panutan masyarakat daerah itu selama ini, tanggal 10 Zulhijah
jatuh pada hari Senin. Dalam penentuan Idul Adha, katanya, juga tidak
diperlukan ritual melihat bulan seperti untuk memastikan awal masuk puasa
Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.
Ia menyebutkan Shalat Idul Adha Jamaah
Syattariyah dipusatkan di kawasan makam dan Masjid Syekh Burhanuddin di
Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman. Pihaknya telah mengeluarkan
pengumuman, terutama di kalangan masyarakat perkampungan melalui masjid dan
surau, bahwa Shalat Idul Adha jatuh pada Senin.
Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban
akan dilakukan setelah Shalat Idul Adha sekitar pukul 09.00 WIB di Surau-Surau
dan Masjid yang tersebar di kabupaten itu. Pada kesempatan terpisah, seorang
khatib, Bustanul Arifin Khatib Bandaro menjelaskan selain di kawasan makam dan
Masjid Syekh Burhanuddin, Shalat idul Adha di kampung-kampung di Padangpariaman
juga digelar di surau-surau suku/kaum adat.
“Shalat Id memang selalu digelar di
Surau-Surau suku, bukan Masjid, karena di Suraulah terjalin silaturahmi antar
suku,” terangnya.
Setelah Shalat Id, katanya, akan dilanjutkan
dengan khutbah berbahasa Arab. Sesuai tradisi, katanya, setelah khutbah, jamaah
akan berebutan bersalaman dengan khatib/imam yang dipercayai secara
turun-temurun, bahwa siapa paling pertama bisa dihapuskan dosa-dosanya.
Jamaah Syattariyah juga tersebar di sejumlah
daerah di Sumbar, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Batu
Sangkar, Solok dan Padang. Di Kabupaten Padangpariaman, jemaah tersebar di
antaranya di Kecamatan Sungai Sariak, Patamuan dan berpusat di Ulakan Tapakis.

Kirim komentar Anda disini

Komentar