Senin , 17 Juni 2019

Dinkes Kampar Ingatkan Warga Pentingnya Keamanan Pangan

Bupati Kampar H. Azis Zaenal, SH, MM foto bersama Kadis Kesehatan dan jajaran.
BANGKINANGKOTA,DETAKKAMPAR.CO.ID -Berdasarkan UU RI Tahun 1996 tentang pangan, keamanan pangan itu adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi, Selain itu pangan harus layak dikonsumsi adalah pangan yang tidak busuk tidak menjijikkan dan bermutu baik.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Nurbit SIP, MH terkait keamanan pangan dewasa ini, ia memaparkan masalah utama keamanan pangan diantaranya,  penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan seperti boraks, formalin dan pewarna rhodamin B serta metanil Yellow.
Keracunan setelah mengkonsumsi pangan serta kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dalam memasak makanan.
“Selain itu, masalah pangan yang terjadi di sekitar kita diantaranya mengandung boraks atau formalin, mengandung pemanis melebihi batas, serta pengunaan pewarna dilarang seperti rhodamin B metanil Yellow,” ungkap Nurbit.
Penggunaan bahan-bahan berbahaya ini, lanjutnya terkadang banyak ditemukan di jajanan takjil ramadhan, beruntung di Kabupaten Kampar, untuk tahun 2018 belum ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya berdasarkan uji leb yang di lakukan BP-POM beberapa waktu lalu disejumlah tempat di Kabupaten Kampar.
pemeriksaan sampel takjil Ramadhan.
“Penggunaan bahan kimia yang terlarang tersebut bisa menyebabkan bahaya biologi bisa berupa bakteri, kapang, kamir, parasit virus dan ganggang. Pertumbuhan mikroba bisa menyebabkan pangan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan dan menyebabkan keracunan pada manusia bahkan kematian,” ungkap Nurbit.
Beberapa penyalahgunaan bahan berbahaya yang dicampur dalam bahan makanan oleh  pedagang nakal diantaranya Formalin disalahgunakan untuk mie basah, tahu, ikan dan lain-lain, padahal kegunaan sebetulnya adalah untuk kayu, tekstil, lem, mengawetkan mayat dan organ tubuh. Rhodamin disalahgunakan untuk kerupuk, terasi dan pangan jajanan yang kegunaan sebetulnya adalah untuk pewarna sintetis pada industri tekstil dan kertas, serta Methanil Yellow yang disalahgunakan untuk kerupuk, mie dan pangan jajanan, yang kegunaan sebetulnya adalah untuk pewarna sintetis pada industri tekstil.
“Ada juga Boraks yang juga dikenal dengan nama Bleng, Pijer atau Air Ki yang disalahgunakan untuk baso, mie basah, pisang molen, lemper, buras, siomay, lontong, ketupat, pangsit dan lain-lain agar tekstur lebih kenyal serta tampilan makanan lebih menarik padahal kegunaan sebetulnya sebagai antiseptik dan pembunuh kuman. Zat-zat yang berbahaya ini bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan hingga penyakit kanker,” ulas Asisten II Setda Kampar ini.
Kadis Kesehatan ini juga memaparkan cara untuk  mencegah bahaya kimia pada pangan, diantaranya dengan selalu memilih bahan pangan yang baik untuk dimasak atau dikonsumsi langsung, mencuci sayuran dan buah-buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan, menggunakan air bersih tidak tercemar untuk menangani dan mengolah pangan.
“Selain itu, kita juga tidak dibolehkan untuk menggunakan bahan tambahan seperti pewarna dan pengawet yang dilarang digunakan, menggunakan bahan tambahan pangan yang dibutuhkan seperlunya dan tidak melebihi takaran yang diizinkan serta tidak menggunakan alat masak atau wadah yang dilapisi logam berat,” ingat Nurbit.
“Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia,  pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan,” pungkasnya. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Bupati Kampar Tandatangani MoU  Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat Dan Daerah

PEKANBARU,DETAKKAMPAR.CO.ID -Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto bersama Gubernur dan Bupati/Walikota Se-Provinsi Riau melakukan penandatanganan MoU ...