Selasa , November 30 2021

Gotong Royong Membangun Kampar I Oleh : Tamarudin, S.Pd.I

IMG_2228aDiantara slogan yang mencerminkan jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia adalah “Bermusyawarah dalam memutuskan dan Bergotong royong dalam bekerja”. Gotong royong adalah modal sosial dalam membangun.

Secara sederhana gotong royong itu adalah kerjasama untuk  menyelesaikan suatu pekerjaan  yang sudah ditetapkan bersama. Semangat dan jiwa gotong royong hampir merata tersebar diseluruh penjuru Indonesia, termasuk di Kampar.

Sebagai contoh, bagi penduduk asli Kampar siapa yang tidak mengenal  istilah “menugal”?. Sebuah pola kerjasama atau gotong royong di bidang ketahanan pangan. “Menugal” adalah gotong royong menanam padi di sawah tadah hujan.

Jika ada anggota masyarakat yang melakukannya maka yang lain ikut bergotong royong membantu dan ini terus bergilir. Membangun rumah, mushalla, masjid, jalan dan lain sebagainya juga dengan gotong royong.

Spirit ini mestinya terus diaktualisasikan di era moderen, karena tantangan dalam kehidupan semakin komplek, terutama tantangan dalam membangun daerah dan juga membangun kesejahteraan masyarakat lahir dan batin.

Spirit gotong royong akan menafikan  beberapa hal negatif yang bisa mengacam kesinambungan pembangunan,diantaranya; Pertama,ego kewilayahan.

Kita masih sering mendengar adanya penolakan terhadap seseorang yang berasal dari wilayah A oleh mereka yang berasal dari Wilayah B. Padahal ia memiliki kapasitas. Kalau spirit gotong royong dikedepankan, maka siapa saja silahkan bersama-sama terlibat dalam membagun Kampar ini.

Kedua,Ego Usia. Yang tua tak perlu merasa paling berpengalaman, yang muda tak perlu merasa paling punya gairah dan ide, karena jika masing-masing saling menonjolkan diri justru akan kontra produktif bagi negeri. Lebih baik diramu antara kearifan orang tua dan semangat orang muda menjadi sebuah kekuatan.

Ketiga,Ego Kesukuan. Sudah merupakan Sunnatullah menjadikan kita bersuku-suku. Adanya suku-suku bukan untuk dipertentangkan. Setiap keunikan suku-suku bisa menjadi potensi untuk membangun Kampar.

Jika visi kebersamaan dan gotong royong membingkai keberagaman kita, niscaya akan melahirkan kekuatan dahsyat,sehingga mampu mengejar ketertinggalan pembangunan Kampar.

Bergotong Royonglah, karena itu juga kunci sukses dari Ilahi. “Tolong menolonglah dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”. (QS.Al-Maidah: 2) Wallahu’alam

 

Penulis merupakan ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Kabupaten Kampar

Kirim komentar Anda disini

Komentar