Sabtu , Oktober 16 2021

Gubri Minta LSM Asing Tidak Rusak Investasi di Riau

Detak kampar.com PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun meminta LSM
Asing agar tidak mengganggu para investor yang ingin berinvestasi di Riau. Gubri
menilai ada sejumlah LSM yang mempengaruhi investor hingga pihak investor
berpikir mundur untuk menanamkan modalnya di Riau. “Saya berharap LSM
Asing bisa bekerjasama, tidak mengganggu rencana investasi,” ujarnya.

 

Pasca diterimanya Surat Keputusan (SK) Perubahan
Peruntukan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Riau mulai fokus kepada sejumlah pembangunan yang sempat terkendala karena
masalah lahan. Bahkan, keinginan Pemprov Riau untuk membangun daerah ke depan
juga meminta dukungan sejumlah pihak, baik unsur dari masyarakat hingga Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) terkait.
“Investor akan mampu membuat keputusan yang lebih
efisien dan konsisten karena kepastian kawasan setelah disahkannya RTRW Riau.
Investasi dan industri hijau diharapkan dapat meningkat,” sambung Gubri.
RTRW Provinsi Riau sudah terkendala sejak 7 tahun yang
lalu, atau tepatnya pada 2006. Setelah ada kepastian rencana tata ruang dan
wilayah ini, maka akan tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya
bidang industri hijau seperti sawit dan hutan tanaman industri.
Gubri menilai kesadaran sebagian industri yang berada
di Riau dan untuk beroperasi secara ramah lingkungan sudah baik dan terus
dikembangkan, sehingga citra industri pro lingkungan harus dibangun oleh
perusahaan itu sendiri.
Namun masalah tersebut kerap dirusak oleh berbagai
kampanye hitam yang dilakukan oleh LSM asing. Di Riau, kegiatan LSM asing tidak
mempunyai pengaruh apa pun, tetapi aktivitas mereka kebanyakan mencoreng nama
baik Riau di internasional.
Menurutnya, kampanye hitam yang dilakukan LSM asing
harus dihentikan sebelum muncul berbagai persoalan seperti terjadinya
perlambatan pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan industri stagnan. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar