Minggu , Agustus 1 2021

Gugatan Nasabah Ditolak, Kuasa Hukum Iskandar Halim : Gugatan Nasabah Prematur

BANGKINANG – Pengadilan Agama (PA) Bangkinang Kabupaten Kampar menolak persidangan gugatan ingkar janji (Wanprestasi) yang diajukan beberapa orang nasabah PT Kawasan Kurma Indonesia (KKI) terhadap perusahan tersebut.

Hal tersebut tercamtum dalam perkara
Gugatan PERKARA NOMOR : 4/Pdt.G.S/2021/PA yang didaftarkan oleh Nora Herlina, Said Aidil Usman dan 3. Rizki B9udiman.

Dalam pembacaan putusan, Hakim menolak gugatan tersebut.

Dalam perkara itu, Nasabah menggugat PT KKI terkait persoalan tanah kaplingan korma. Perkara itu, didaftarkan pada 31 Mei 2021.

“Semua gugatan mereka telah ditolak hakim, karena gugatan mereka prematur,” kata Iskandar Halim SH MH penasehat hukum PT KKI, Iskandar Halim, S.H., M.H., Bersama rekannya Riyo Saputra, S.Sy Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum yang berkantor pada Kantor Advokat ISKANDAR HALIM MUNTHE SH.,MH, yang beralamat di Eastpoint Apartement AGF-25 Lt GF, Jl.Sentra Primer Timur RT.13/RW.06 Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Yang dalam hal ini bertindak sebagai kuasa hukum Hendri, Direktur Utama PT. Kawasan Kurma Indonesia kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Iskandar menuturkan, bahwa tergugat telah membaca dan meneliti materi gugatan beserta dalil-dalil yang digunankan terkait dengan tuntutan Wanprestasi yang ditujukan kepada tergugat. Namun tergugat membantah dan menolak dalil-dalil yang diajukan dan digunakan penggugat.

“Penggugat telah menuduh tergugat telah melakukan wanprestasi sehingga dianggap bertentangan dengan isi akad salam Nomor : 190/PT.KKI/SLM/V/2018 tertanggal 30 Mei 2018,” ujar Iskandar.

Iskandar menjelaskan, bahwa secara nyata membuktikan, dalam gugatan penggugat tidak dapat menkonstatuire dalil gugatannya kearah fakta dan peristiwa hukum yang benar-benar terjadi sehingga dikatakannya tergugat Wanprestasi, karena dari dalil-dalil isi gugatan lebih mengarahkan pada sebuah kesalahan TERGUGAT yang tidak beralasan, sehingga dinyatakan telah mengalami perbuatan hukum Wanprestasi.

“Dalil gugatan PENGGUGAT juga lebih kearah membangun sigma dan opini yang tidak ada kaitannya dengan perbuatan Wanprestasi , Kalau fakta dan peristiwa yang sesungguhnya saja tidak bisa digambarkan secara tepat dan benar, maka bagaimana mungkin perbuatan melawan hukum TERGUGAT dapat dikualifisir sebagai sebuah pelanggaran hukum yang akhirnya akan dikonstituir sebagai pelanggaran yang tidak memenuhi perjanjian/akad yang biasa disebut dengan Wanprestasi,” terang Iskandar.

Dikatakan Iskandar advokat asal Pekanbaru yang sekarang telah berkantor di Jakarta ini, Jikalau PENGGUGAT memahami hakikat bisnis syariah yang berpayungkan pada konsep aturan murabaha, maka seharusnya PENGGUGAT jangan memaknai konsep itu secara parsial, sehingga bukan hanya mengarah pada fakta dan peristiwa kesalahan Klien kami yang terkesan tidak termaafkan;
Apabila dalam pengelolaan budidaya kebun ini tidak dasarkan prinsip syariah, maka sudah pasti kaplingan yang diakadkan PENGGUGAT sudah hilang dan tidak terkelola lagi.

Namun kenyataanya
kaplingan itu masih ada dan merupakan bagian lahan yang selalu diolah dalam budidaya oleh klien kami sampai sekarang;
Bahwa klien kami menyadari dan memahami bahwa banyak yang terlupakan oleh PENGGUGAT disaat marketing memberikan penjelasan atas lahan yang diakadkannya.

“Kami mengapresiasi atas putusan Pengadialn Agama Bangkinag yang telah menolak dan tidak dapat diterima petitum gugatan para penggugat Nasabah kami dan yang paling penting adalah PT Kawasan Kurma Indonesia masih melakukan pengelolaan di lapangan walaupun dimasa sulit saat masa pandemic covid 19, dan atas ditolaknya gugatan nasabah maka kepada nasabah lainnya putusan ini menjadi petunjuk bagi nasabah lainnya, ujar Iskandar halim SH.MH,”pungkasnya.

(*)

Kirim komentar Anda disini

Komentar