Minggu , November 28 2021

Hadang Jokowi Di Kampar 6 Mahasiswa Ditangkap

Detak kampar.com  BANGKINANG –Aksi massa yang coba menerobos brigade pengamanan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kampar, Riau berujung bentrok. Massa dari Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) yang ingin menjumpai orang nomor satu Indonesia untuk menyampaikan penegakan hukum di Kampar yang dinilai mati suri terkait dugaan korupsi Jefry Noer selalu bupati Kampar.

Kasus Jefry Noer selama ini dinilai massa Gerak tidak ditangani serius oleh pihak penegak hukum yang ada di Riau. Untuk itu massa meminta kepada Presiden Jokowi untuk menangkap Jefry Noer terkait sejumlah kasus dugaan korupsi yang selama ini telah menyeret sejumlah tersangka, namun orang nomor satu di Kampar ini selalu lolos. Terakhir adalah kasus yang ditangani oleh Kejagung RI.
Akibat aksi massa Gerak, Jumat (09/10/15) delapan mahasiswa yang nekat menghadang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Kabupaten Kampar Riau, akhirnya ditangkap. 
Massa melakukan demonstrasi dengan membentangkan spanduk di sekitar Balai Bupati Kampar, Jalan Prof. M. Yamin, Bangkinang Kota sempat, Jumat (9/10). Mereka ingin menyampaikan langsung dugaan keterlibatan bupati Kampar Jefry Noer dalam beberapa kasus korupsi, seperti kasus plesiran Jefry Noer ke negara-negara Eropa, kasus Bank Sarimadu, kasus P4S yang semuanya mandek di Kejati Riau.
Belum sempat menghadang Jokowi, bentrok fisik pun terjadi antara mahasiswa dengan polisi. Delapan pendemo yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kampar itu dihadang, saat ingin menembus pengamanan di sekitar Balai Bupati.
Saat itu, Jokowi sedang beristirahat di Balai Bupati setelah mengunjungi Puskesmas Kuok di Desa Lereng Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar Riau(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar