Sabtu , November 27 2021

Harapan 15 Desa Di Kampar Untuk Mekar Pupus Sudah

Detak kampar.com  BANGKINANG
–  Harapan masyarakat di 15 desa di kabupaten Kampar untuk menjadi mekar
pupus sudah, karena keinginan 15 desa di 11 kecamatan  menjadi 18 desa ini
terhalang adanya moratorium yang menyebutkan tidak boleh ada pemekaran sebelum
selesainya pemilu dan pilpres.


Gagalnya pemekaran ini dijelaskan wakil  komisi I DPRD kampar dengan para
kepala desa dan BPD dari sebelas desa di ruang Banggar DPRD Kampar senin (14/9)

Wakil ketua Komisi 1 DPRD Kampar Repol Sag menjelaskan, komisi I memahami
keinginan masyarakat desa untuk pemekaran, dan keinginan ini juga sama dari
DPRD, dan komisi I sudah berulang kali menannyakan ini ke pusat, ternyata
moratorium mendagri RI nomor : 140 /2556/PMD tanggal 11 Agustus 2008
 belum dicabut. Dan dalam UU no 6 tahun 2014 tentang desa bahwa DPRD tidak
punya kewenangan untuk pemekaran desa.

“Dalam artian hingga saat ini pemekaran desa belum dapat dilaksanakan, dan
ini bukan keinginan kita namun aturan dari pusat sudah begitu ”
ujarnya. 

Menanggapi hal ini, ketua forum panitia pemerakan desa/kelurahan se kabupaten
Kampar Yoserizal menyatakan kekecewaannya, karena harusnya dengan selesainya
pilpres maka moratorium harusnya dicabut. “Namun dengan masih berlakunya
ini, maka kami harapkan DPRD Kampar harusnya lebih proaktif memperjuangkan ini
” ujarnya.

Dijelaskannya selama ini masyarakat sudah kecewa dan resah tentang ketidakpastian
pemekaran ini, karena desa desa nan diusulkan ini memang wilayahnya terlalu
luas dan patut dimekarkan. Apalagi selama ini pemekaran desa ini banyak
dijadikan komoditas politik, “kami dijanjikan pemekaran dan bahan kampanye
” ujarnya kecewa.

  Sayangnya hearing ini tidak menghasilkan apa apa, karena daerah memang
tidak bisa berbuat apa apa. Karena ini menyangkut anggaran dan kewenangan desa
tersebut.

18 desa ini sudah diusulkan pemekaran sejak 2008 yang lalu, sayangnya hingga
saat ini belum disahkan. 18 desa yang diusulkan pemekaran ini adalah dari
kecamatan perhentian raja, yaitu desa Hang Tuah dimekarkan menjadi dua desa
yaitu desa Hang Tuah dan desa Sei Ganduang Jaya.

Selanjutnya dari kecamatan XIII koto Kampar, yaitu desa Tabing menjadi dua desa
yaitu desa Tabing dan desa Tabing Pondam.

Selanjutnya kecamatan Tambang, yaitu desa Kualu menjadi dua desa yaitu desa
Kualu dan desa Tanjung Kudu.
Selanjutnya
kecamatan Kampar Kiri Hulu, ada tiga desa yang mengusulkan pemekaran yaitu desa
batu sasak menjadi desa batu Sasak, desa Gelugur jaya, desa sialang harapan.
Desa pangkalan kapas diusulkan menjadi dua desa yaitu desa Pangkalan kapas dan
desa Kampung Dalam. Desa ludai menjadi dua desa, yaitu desa Ludai dan desa
Teluk Pendaingan.
Lalu
kecamatan Rumbio yaitu, desa Alam panjang diusulkan menjadi dua desa Alam
panjang menjadi desa Alam Panjang dan desa Muara Fajar. Desa Pulau Payung
menjadi dua desa yaitu. Desa Pulau Payung dan desa tanjung Solok.

Selanjutnya dari kecamatan Kampar Timur, desa Pulau Rambai diusulkan menjadi
tiga  desa yaitu desa Pulau Rambai,  desa Pulau Rambai Seberamg dam
desa Tanjung Gelingang.

Kemudian kecamatan Kampar Utara yairu desa Sawah menjadi dua dua yaitu desa
Sawah dan desa Tanjung Pulau. Desa Muara Jalai menjadi desa Muara Jalai dan
desa Padang Tarap.
Seterusnya
kecamatan Kampar Kiri, yaitu kelurahan Lipat kain menjadi tiga kelurahan yaitu
kelurahan lipat kain, kelurahan Lipat kain Timur dan kelurahan lipat kain
tengah.
Lalu
kecamatan Kampar yaitu desa Rumbio menjadi desa Rumbio dan desa Pulau Sialang,.

Selanjutnya kecamatan Tapung Hulu yaitu desa Sinama Nenek, menjadi dua desa
Sinama Nenek dan desa Air panas. Dari kecamatan Bangkinanhg Barat , yaitu desa
Pulau Jambu menjadi desa Pulau Jambu dan desa Pulau jambu timur.  Sehingga
total 11 “kecamatan dengan 15 desa/kelurahan menjadi 18 desa dan kelurahan
(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar