Minggu , 15 Desember 2019

Harteknas ke-23, Menristekdikti RI Panen Padi di Kampar

Menristekdikti RI Prof.DR.H.Mohamad Nasir didampingi Wakil Bupati Kampar panen padi sawah di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, Kamis (9 Agustus 2018).
KAMPAR,DETAKKAMPAR.CO.ID– Dalam rangka bhakti inovasi tanaman perdana buah trofis dan panen perdana padi sawah dalam rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke 23 tahun 2018 di Provinsi Riau, Menristekdikti RI Prof.DR.H.Mohamad Nasir Ph.D, Ak melakukan panen padi sawah di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, Kamis (9/8/2018).
Hadir pada acara panen raya tersebut Bupati Kampar yang diwakili Wabup Kampar Catur Sugeng Susanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry HC, Kadis Pertanian Kampar Hendri Dunan dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) RI menjelaskan produksi tanaman pangan seperti padi harus ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan ini cukup tinggi sementara produksi padi masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain peningkatan produksi tanaman padi, kualitas padi juga harus tetap dijaga. Tanaman sagu sebagai pengganti beras juga memiliki nilai gizi atau kesehatan sangat baik untuk kebutuhan pokok, namun sagu belum begitu populer bahkan sebagian masyarakat masih beranggapan sagu untuk kalangan masyarakat ekonomi rendah,” ungkap Mentri.
Selain mengulas komoditi Padi dan Sagu, Mohamad Nasir juga menyinggung tanaman sawit yang memberi berkontribusi cukup besar di Kampar namun dalam pengolahan limbah kepal sawit menurutnya belum termanfaatkan dengan baik.
“Padahal limbah ini dapat menghasilkan sumber energi dan hal ini harus dapat dikembangkan di Kampar kedepannya, untuk memenuhi kebutuhan petani yang cukup besar yang memerlukan bahan bakar minyak untuk menggerakkan handtraktornya mengolah sawah, menyedot air tanah juga memerlukan bahan bakar cukup besar dalam menggerakan mesin air untuk mengairi sawah dan lainya,” ulas Mentri
Dalam paparannya, Mentri juga bertekad Kemenristekdikti akan mengenalkan teknologi yang ada di pusat ke daerah seperti di Kampar untuk masalah pengolahan dan mereproduksi hasil tanaman. Ia juga memberikan kesempatan bagi anak-anak Kampar yang berprestasi untuk mendapatkan biaya pendidikan melalui Kemenristekdikti.
Sementara itu Bupati Kampar Azis Zaenal yang diwakili Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto,SH menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Menristekdikti ke Kabupaten Kampar.
“Semoga ke depan dapat memberi motivasi bagi petani Kampar yang lebih maju, melalui pengembangan tanaman padi jenis Sidenuk yang dapat menghasilkan lebih baik dari jenis tanaman padi yang ada di Kampar juga lebih unggul,” harap Wabup.
Ia juga menjelaskan, sejauh ini di Kabupaten Kampar untuk tahun 2018 telah mengembangkan tanaman padi seluas 5 000 Ha lebih, yang menghasilkan 5 sampai 6 ton perhektarbuntuk tahun 2017.
“Dan untuk tahun 2018, harapan kami akan dapat menghasilkan 6-8 Ha. Dengan kedatangan Menristekdikti tentunya harapan kami masyarakat Kampar, produksi tanaman padi melalui pengembangan teknologi dan inovasi baru yang mampu menghasilka 9 sampai 12 ton per Ha akan sangat membantu memenuhi kebutuhan padi di Kampar dan memberi harapan bagi petani di Kampar,” pungkas Wabup. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Anggota DPRD Siak Nelson Manalu Adakan Reses Perdana

SIAK, DETAKKAMPAR.CO.ID – Usai dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Siak Riau dari Partai Hanura periode ...