Sabtu , Desember 4 2021

Hasyim Muzadi Minta Pemerintah Tegas Soal Kasus Tolikara

Detak kampar.com  Peristiwa
penyerangan terhadap umat muslim yang tengah melaksanakan sholat idul fitri di
Tolikara, Papua menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Mantan Ketua Umum
PBNU, KH. Hasyim Muzadi mendesak pelaku meminta maaf secara terbuka.

Hasyim
Muzadi meminta agar penanganan insiden Tolikara Papua harus tegas dan cermat. 
Menurut dia, pertama kali kaum Nasrani di lingkungan kejadian dan organisasi
yang bertanggungjawab. Menurut dia, pelaku penyerangan harus meminta maaf
kepada kaum muslimin Indonesia secara terbuka.
“Pemerintah
harus bertindak tegas terhadap pelaku penyerangan terhadap jamaah kaum muslimin
yang sedang menjalankan sholat Idul Fitri. Orang-orang  muslim yang
melakukan tindakan melanggar hukum di Indonesia telah menerima hukumannya. Baik
yang teroris, pelaku kekacauan dan  peristiwa Ahmadiyah misalnya,”
ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 Juli 2015.
Sekjen
International Conference of Islamic Scholar ini juga mengungkapkan saatnya
sekarang negara  bertindak adil. Menurut dia,  bukan karena agamanya
namun karena pelanggaran hukum yang terjadi Indonesia.
“Kerukunan
lintas umat agama harus digalakkan lagi dalam jalur moderasi bukan
liberalisasi. Ternyata agama masih terus digunakan untuk kepentingan lain
dengan tujuan merusak Indonesia secara luas melalui konflik agama,”
ujarnya menambahkan.
Pimpinan
Ponpes Al Hikam ini juga menjelaskan, saatnya masyarakat Barat atau  Eropa
berkesempatan. untuk menata kembali visi pandangannya terhadap agama-agama di
Indonesia termasuk Islam.
“Selama
ini mereka  melihat sentral kekacauan hanya bersumber dari Islam. Saya
ingin melihat  mereka sekarang dalam  korelasi antara freedom of
speech (kebebasan berbicara), freedom of religion (kebebasan
beragama) dan fredom of expression dalam peristiwa Papua ini,”
ujarnya menegaskan.
     
Dia menambahkan, hari pertama bulan Ramadhan, 18 Juni 2015 jam 9.00 am waktu
Den Haag, Greet Wilders (ketua partai kebebasan) mengumumkan kartun Nabi
Muhammad di Den Haag dan hari pertama Idul Fitri jamaah kaum muslimin diserang
di Papua.
Meski
demikian, Hasyim meminta umat Islam Indonesia tak terpancing emosi. Pasalnya,
emosi itu yang ditunggu pihak Islam phobia agar langkah kaum muslimin tak
terkendali. Menurut dia, kaum muslimin Indonesia harus menata kembali kualitas
perjuangannya untuk agama bangsa dan dunia.
“Kita
menghimbau agar teman-teman  sebangsa dan setanah air tidak melaporkan
hal-hal  negatif di dalam negeri kepada asing dengan sedikit
“imbalan” padahal mengakibatkan kerugian martabat bangsa. Lebih baik duduk
bersama menyelesaikan segala masalah di dalam negeri sendiri. Ini akan lebih
terhormat.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar