Selasa , Oktober 19 2021

Helm Anti Kantuk Karya Anak Negeri

Helm Anti Ngantuk Hasil ciptaan mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya)
ini berhasil meraih medali emas di Universiti Teknologi Mara.
Detak kampar.com Jakarta – Kantuk masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan
di jalan raya. Di Tanah Air pun, telah banyak peristiwa kecelakaan yang
diawali dari kelelahan sang pengemudi. (Baca juga: Setiap Hari 1000 Remaja Tewas Kecelakaan Lalu Lintas).
Uniknya,
jika angka kecelakaan lalu lintas oleh remaja di Tanah Air tergolong
tinggi, inovasi kini juga datang dari kalangan generasi muda. Dua orang
mahasiswa Jurusan Teknik Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya) bernama
Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan berhasil menciptakan helm anti kantuk.
Makin membanggakan, hasil ciptaan kedua mahasiswa tersebut menorehkan
prestasi gemilang dengan sukses meraih medali emas di International
Invention, Innovation, and Design yang diadakan pada 20 Agustus lalu di
Universiti Teknologi Mara (UiTM), Johor Baru, Malaysia.
Melansir
laman resmi Kementerian Riset dan Teknologi, Kamis (11/9/2014) dalam
lomba tersebut, kedua putra bangsa berhasil menyisihkan 112 peserta lain
dari Amerika, Swedia, Australia dan tuan rumah Malaysia.
”Kami
satu-satunya peserta dari luar yang meraih emas. Hal ini tidak disangka
karena inovasi peserta lainnya juga bagus,” ujar Ricky.
Sekilas,
helm ini tak tampak berbeda dengan helm kebanyakan. Hanya saja, kabel
sepanjang 1 meter terlihat menjulur ke luar sementara perangkat modular
tersimpan rapi di dalam helm.
Ricky mengungkapkan, bahwa helm yang mereka namai Anti Drowsing System
(Androsys) ini memanfaatkan denyut nadi sebagai sensor kantuk saat
mengemudi. Sensor ini bekerja ketika jumlah denyut nadi menurun saat
mengantuk.
“Jika alat ini dipasang di bagian tubuh yang ada
nadinya seperti pergelangan tangan, leher dan tangan, maka perangkat
tersebut akan merekam denyutnya. Hasilnya akan dikirimkan ke prosesor,”
papar Ricky.
Prosesor tersebut, lanjut Ricky, akan mengirim pesan ke vibrator
pada helm untuk memberi efek getar saat pengendara sepeda motor
mengantuk. Getaran inilah yang berfungsi sebagai peringatan ketika
pengguna helm mulai terserang kantuk.
“Saya sudah mencoba helm ini,
dan ternyata memang benar, ketika mengantuk langsung ada getaran
sehingga rasa kantuknya langsung hilang,” pungkasnya. Tentunya, fungsi
tambahan pada helm ini diharapkan dapat turut memacu kesadaran
pengendara roda dua di Tanah Air dalam menggunakan perangkat keamanan
tersebut.(us/liputan6.com)

Kirim komentar Anda disini

Komentar