Senin , 23 September 2019

Industri Modern Berbasis Pertanian Ala Bupati Kampar

Bupati Kampar H. Azis Zaenal bersama Kadis Pertanian Hendri Dunan.

BANGKINANG KOTA,DETAKKAMPAR.CO.ID –Bupati Kampar H. Azis Zaenal SH, MM mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kampar sangat berharap terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar, sesuai dengan visi dan misi Pemerintahan Azis-Catur untuk menjadikan Kampar sebagai daerah industri yang modern dengan berbasis pertanian dan perkebunan namun tingkatannya yang modern agar dapat menjadikan masyarakat Kampar sejahtera dimasa yang akan datang.

“Untuk itu Pemda Kampar membuat program-program yang jitu untuk meningkatkan hasil produksi, mulai dari pertanian dan perkebunannya. Kalau pertanian yang jelas tanaman padi karena sejauh ini Kabupaten Kampar baru dapat menyuplai kebutuhan padi hanya sebesar 30 % dari kebutuhan total padi di Kampar,” ungkap Bupati beberapa waktu lalu.

Panen Raya di Desa Binuang Kecamatan Bangkinang.

Salah satu usaha yang dilakukan Pemda Kampar melalui Dinas Pertanian adalah Teknologi Jajar legowo Super Padi, program tersebut terbukti berhasil meningkatkan hasil panen dari pada penggunaan sistem konvensional atau tradisional yang biasa digunakan masyarakat.

Bupati Kampar yang wakili Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Hendri Dunan menghadiri Panen Raya Padi Takbau Area Demplot Teknologi Jajar legowo Super Padi di Desa Binuang Kecamatan Bangkinang, Jumat (20/7/2018).

Dalam keterangannya, Hendry Dunan pada kesempatan tersebut menjelaskan penggunaan sistem tanam jajar legowo (jurong 2:1), Demplot (Demontration Plot) atau penanaman padi dengan metode Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru) yang disesuaikan dengan demografi wilayah akan bisa menghasilkan 6 sampai 8 Ton/Hektare.

“Jika sistem tradisional hanya mampu menghasilkan 6,4 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, sementara sistem Jarwo mampu menghasilkan 8 ton bahkan sampai 9,2 ton per hektare.  Dalam hitungan memang ada yang panen sekitar 3 ton/ha, 6 ton, 8 ton bahkan 9 ton, untuk perhitungan statistiknya kita mengambil semua sample hasil panen sehingga kedepannya yang lebih unggul dapat diterapkan sebagai percontohan sehingga memiliki hasil yang maksimal,” beber Dunan.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan.

Ia juga menjelaskan setelah dihitung dengan statistik keseluruhan, penghasilan padi di Kampar sendiri saat ini rata-rata sudah mencapai lebih kurang 8,36 ton/hektar contoh di Pulau Tinggi Kecamatan Kampar beberapa waktu yang lalu.

“Akan tetapi selama ini padi sawah yang menjadi kendala adalah sumber air. Kita tau air merupakan roh, untuk itu kerja sama BPTP dan kepala Desa dalam ADDnya bisa sharing dana,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau (BPTP Riau)  Dr Nana Sutrisna, MP bahwa dengan menggunakan Demplot VUB (Varietas Unggul Baru) dan sistem tanam jajar legowo (jurong 2:1) terbukti menghasilkan 8,36 ton/hektar

“BPTP Riau akan terus memberikan penyuluhan kepada petani bahwa penggunaan sistem Jarwo dan pemupukan yang benar sangat bermafaat bagi produktivitas hasil panen,” ujar Nana Sutrisna. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Untuk Ketiga Kalinya Kampar Terima WTP Dari BPK RI

PEKANBARU, DETAKKAMPAR.CO.ID – Kabupaten Kampar menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan ...