Kamis , September 23 2021

Ini Kata Kadiskes Kampar, Dengan Dibukanya Kembali Layanan Jamkesda di RSUD Bangkinang

BANGKINANG – Dengan dibukanya kembali pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Bangkinang yang sudah menemui kesepakatan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Kampar, Senin (6/9/2021).

RDP yang dihadiri tim TAPD , Asisten III Syamsul Bahri, perwakilan dari Bappeda, Bapenda dan TAPD beserta pihak Dinkes dan juga RSUD Bangkinang diruang Komisi II.

Dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kampar Rahmat, bahwa kita dengan kondisi seperti itu, kita tetap melakukan usulan anggaran melalui APBD P sesuai dengan kebutuhan.

“Kami tidak hanya mengusulkan sampai bulan Juni saja, itu kita usulkan sampai bulan Desember dengan kisaran 7,9 M,” ujar Rahmat saat dikonfirmas, Selasa (7/9/2021).

Lanjut Rahmat, yang diusulkan oleh rumah sakit kemarin 7,2 M itu sampai bulan Juni saja. Antisipasi kami supaya tidak terjadi kendala tunggakan lagi jadi kami tuntaskan sampai bulan Desember, sehingga nilainya kurang lebih sampai dengan 7,9 M yang kita usulkan di APBD P ini.

“Supaya bisa sampai bulan Desember, kita mengusulkan bukan hanya sampai bulan Juni, kita mengusulkan sampai bulan Desember yang nilainya lebih kurang 7,9 M yang kita usulkan,” ujar Rahmat lagi

Sesuai dengan kesepakatan kemarin, tunggakan Jamkesda akan dibayarkan bertahap. Kemudian pihak RSUD sudah menyanggupi, secara teknis pelaksanaannya hanya RSUD yang bisa tahu.

“Jamkesda ini untuk pelayanan masyarakat miskin, kami dari Dinas kesehatan akan cepat melakukan usulan penganggaran,” kata Rahmat.

Untuk teknis selanjutnya, sambung Rahmat, kalau bisa, dana itu tidak usah di Dinas Kesehatan lagi, langsung saja dititipkan ke RSUF kedepannya.

“Kalau memang sesuai dengan aturannya, sesuai dengan regulasi yang ada, secara teknis adanya kan di rumah sakit,” ujarnya lagi.

Kata Rahmat, mengenai data kepersertaan BPJS ini harusnya ada data terbaru, disitukan ada masyarakat yang sudah meninggal, dan yang pindah.

“Dari tahun 2015 belum ada perubahan data yang terbaru alias belum update dibuatlah data betul peserta BPJS berapa dan saya yakin ini akan berkurang, yang mana data ini ada di Dinas Sosial,”tandasnya.

(Man)

Kirim komentar Anda disini

Komentar