Selasa , Oktober 19 2021

iPod suvenir pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengguncang jagat maya.

Detak kampar.com-Jakarta – iPod suvenir pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengguncang jagat maya. Dari puluhan ribu kicauan di dunia digital itu, sebagian besar publik merespons ne
gatif karena suvenir dinilai terlalu mewah.

 “Secara umum, para pengguna twitter cenderung merespons negatif terhadap isu ini. Kebanyakan merasa suvenir pernikahan dalam bentuk iPod terlalu mewah,” kata Diana Nurwidiastuti dari media monitoring Awesometrics dalam siaran pers yang dikutip detak kampar.com, Sabtu (22/3/2014).

Monitoring ini dilakukan selama 16 hingga 21 Maret 2014 pukul 12.00 WIB. Sepanjang waktu itu tercatat 21.744 percakapan di media sosial twitter tentang suvenir iPod ini. Puncak percakapan tertinggi terjadi pada 17 Maret yang mencapai 6.861 percakapan.

Ramainya kicauan ini, selain dari pemberitaan media massa juga dari kicauan para akun selebtwit.

Seperti akun @danrem dengan 18.090 followers mempelopori kicauan ini dan disebarkan oleh akun selebtwit lain seperti @adelladellaide pemilik 329.640 followers, @TrinityTraveler dengan 95.816 followers, dan @pervertauditor dengan 30.068 followers. Retweet terbanyak diraih oleh celoteh akun @adelladellaide yang menanggapi tweet @danrem, dengan total retweet 450 kali.

 “Sesungguhnya, kicauan paling awal datang dari akun @egalita yang kemudian diretweet @santiparamitha, dengan kicauan berikut: Got the same shocked here -_- RT @egalita dapet iPod shuffle sebagai suvenir dari kondangan. buset dahh ga takut KPK apa 😐 #suuzon,” jelas Diana.

Pembicaraan yang kemudian menghangat di publik adalah dugaan gratifikasi terkait status Nurhadi sebagai pejabat publik. Pasalnya, nilai suvenir ini ditaksir mencapai Rp 1,75 miliar dengan hitungan harga pasar sebesar Rp 700 ribu per unit.

 Namun ada sanggahan yang menyatakan suvenir iPod ini bukan gratifikasi atau pemberian hadiah karena maksud tertentu mengingat Nurhadi adalah pejabat publik. Alasannya, iPod ini dibeli di Amerika dengan harga Rp 480 ribu per unit sedangkan ketentuan batas gratifikasi untuk hakim yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung (MA) adalah Rp 500 ribu.

Kirim komentar Anda disini

Komentar