Senin , Oktober 18 2021

Jatuh Bangun, Briptu Norman Kamaru

Detak kampar.com Kios bercat biru itu
tampak sedikit lengang di sore hari. Di atasnya terpampang tulisan
“J&J Cafe Coffee”. Seorang pria berkaus merah tampak melayani
beberapa pembeli. Tangannya dengan gesit menyendok lauk-pauk dan
menghidangkannya di atas piring.

Di kios seluas tak lebih
dari 2 x 3 meter ini, ia menjajakan hidangan khas Manado. Ada pula
makanan lain, seperti roti bakar, mi, dan sayap ayam. Si empunya kios
tersenyum ramah saat VIVAlife datang berkunjung. Dia adalah Norman Kamaru.
Norman bukanlah wajah
yang asing di dunia hiburan. Publik lebih mengenalnya sebagai Briptu
Norman, saat dia masih aktif sebagai polisi dari Kesatuan Brigade Mobil
(Brimob). Dia tiba-tiba melambung pada tahun 2011.
Video saat ia menyanyikan lip-sync lagu Bollywood “Chaiyya Chaiyya” beredar luas di internet.  Dia saat itu hanya iseng demi membunuh kebosanan di kala tugas jaga bersama rekannya.
Namun penampilan Norman
berseragam Brimob sambil menyanyi lagu ala India kala itu mengundang
daya tarik masyarakat.  Media massa, termasuk infotainment, getol memberitakan rekaman jenaka Briptu Norman.
Tak heran bila dia
mendadak tenar. Norman pun dapat tawaran manggung sana-sini. Ia juga
mendapat kesempatan membuat rekaman lagu.
Namun, di balik
kesuksesannya, ia harus membayar mahal. Norman diberhentikan dari
kepolisian secara tidak hormat karena dianggap desersi. Dia tergoda
untuk lebih sibuk tampil sebagai penghibur ketimbang memenuhi tugas
sebagai anggota Brimob.
Tapi ada konsekuensi yang
harus ditanggung Norman setelah dikeluarkan dari kesatuan. Dia tak
boleh lagi mengenakan seragam Brimob saat tampil. Namanya pun tak boleh
lagi Briptu Norman, karena Briptu – atau Brigadir Polisi Satu – adalah
nama kepangkatan Brimob.
Hilang pula daya tarik
Norman di jagad hiburan. Sebagai warga sipil, Norman Kamaru tidak
dikenal publik kebanyakan dan popularitasnya langsung pudar. Tak ada
lagi tawaran manggung skala besar seperti yang dulu dia nikmati.

Pria 29 tahun itu berpikir keras, bagaimana dia harus menyambung hidup.
Apalagi dia sudah
berkeluarga. Maka, Norman untuk saat ini terpaksa banting setir dari
penghibur menjadi pengusaha warung makan.

Kini, tubuh Norman
terlihat lebih kurus. Kata dia, kesibukan mengurus warung makan selama
24 jam telah membuat berat badannya susut.
Bersama sang istri, Deisy
Paendong, Norman terjun langsung mengurus usaha warung makannya. Mulai
dari menyiapkan bahan-bahan, membelinya di pasar, hingga memasak. Dalam
sehari, pria yang kini memiliki tato dan tindik ini hanya bisa
beristirahat atau tidur selama beberapa jam saja.
Kepada VIVAlife, Selasa, 9 September 2014, Norman pun menceritakan pasang surut kehidupannya hingga saat ini.(us/vivalife)

Kirim komentar Anda disini

Komentar