Selasa , November 30 2021

Kadis P dan K Kampar Tak Tahu Adanya Pungli Di Dinasnya

unnamed-10
DR.H.Nasrul.Mpd Kadis P dan K Kampar dan Zarlis Sekretaris saat ditemui di ruang kerjanya Rabu 28/9/2016

BANGKINANG KOTA (DK) -Terkuaknya kasus pungli (Pungutan liar) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar terhadap guru yang mengambil SK penambahan jam mengajar, Selasa (27/9), mendapat tanggapan dari Kadisdik, DR.H. Nasrul.Mpd dirinya mengaku tidak mengetahui adanya pungli yang dilakukan oleh bawahannya.

“Saya tidak tahu adanya itu (pungli,red), tapi setelah saya tanya ke mereka, mereka bilang uang yang terkumpul itu banyak pecahan 5 ribu rupiah,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/9).

Menurut Nasrul, Pembuatan SK itu bukan bidangnya, namun karena guru itu minta tolong, maka dibuatkan dan di bantu oleh TKS (Pegawai Honorer).

“Jadi bukan ditetapkan 50 ribu atau 100 ribu, dan kotak yang ada dimeja itu bukanlah tempat uang itu tempat SK, namun ada guru yang menaruh uang disana, mungkin itu bentuk terimakasih seperti tata krama orang timur”, bebernya didampingi Sekretaris Dinas P& K, Sardalis M.Pd.

Sementara itu, adanya pungli Dinas P & K sangat disayangkan  DPRD kampar. Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kampar yang membidangi Pendidikan, Agus Chandra seharusnyab dinas steril dengan pungutan.

“Ini sangat disayangkan, seharusnya dinas harus bersih dari pungli, kasus pungli ini sering terjadi namun tidak terungkap, apalagi ini sama guru, tapi jika guru itu memberi dengan jumlah yang wajar itu boleh saja namun kembali lagi ke mental kita, sampai kapan kita memiliki mental meminta-minta, kalau pungli ini sudah menjadi kebiasaan, kapan lagi kita mensejahterakan guru. Dunia pendidikan kita saat ini sangat banyak mendapat sorotan, ini harus disikapi oleh Dinas Pendidikan,
” kesal Agus.(AA)

 

Kirim komentar Anda disini

Komentar