Sabtu , Desember 4 2021

Kapolri Sebut Ada Aktor Intelektual Di Belakang Rusuh Tolikara

Detak kampar.com JAYAPURA –
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut kemungkinan adanya aktor intelektual
di belakang kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, saat pelaksanaan
salat Idul Fitri pada Jumat pagi (17/7).

Menurut
Kapolri, insiden di Tolikara adalah kasus pelanggaran hukum dan Indonesia
adalah negara hukum. Karena itu, penyerangan ataupun penembakan akan
diselesaikan secara hukum.
Penegasan
tersebut disampaikan Kapolri setelah mendapat laporan perkembangan terbaru dan
melihat langsung kondisi tempat meletusnya insiden di Karubaga, ibu kota
Kabupaten Tolikara, kemarin.
Kedatangan
Kapolri disambut langsung oleh Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo dan Presiden
Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pendeta (Pdt) Dorman Wandikbo, Kapolres,
Dandim, dan unsur muspida lainnya.
Dilansir
dari JPNN.com,  turun dari pesawat twin
otter milik Trigana, Kapolri langsung meninjau lokasi insiden pembakaran.
Kapolri juga menyempatkan diri melihat kondisi para warga yang mengungsi di
Koramil Karubaga dan melakukan pertemuan dengan unsur muspida dan tokoh
masyarakat di Tolikara.
Berdasar
hasil kunjungan sekitar tiga jam tersebut, Badrodin menyimpulkan, situasi di
Tolikara sudah kondusif. Hal yang perlu jadi perhatian sekarang adalah masalah
pengungsi yang masih ditampung di tenda-tenda darurat di Koramil Karubaga.
Menurut
Badrodin, sejauh ini kepolisian belum menetapkan tersangka terhadap pelaku yang
melakukan penyerangan dan pelemparan. Tapi, sebagai penegak hukum, dia berjanji
memproses pelanggaran hukum yang terjadi di Karubaga, baik pelaku pembakaran
maupun penembakan***

Kirim komentar Anda disini

Komentar