Senin , 30 November 2020

Kejari Kampar Gelar Rapat Koordinasi Pakem

BANGKINANG – Kejaksaan Negeri Kampar mengelar Rapat Kordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem) di Kabupaten Kampar Tahun 2020, Jumat (20/11/2020).

Rapat koordinasi Tim PAKEM Kabupaten Kampar tersebut dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Suhendri, SH., M.H didampingi oleh Kasi Intel, Silfanus Rotua Simanullang, SH., M.H dan Jaksa Fungsional Rima Eka Putri, SH., M.H.

Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa unsur yakni dari Kakan Kemenag Kampar, Alfian, Ketua forum kerukunan umat beragama (FKUB) Zulhermis, perwakilan dari Dinas pendidikan, Kapemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar Admiral dan Taufiq, Perwakilan dari Kodim 0313 KPR, perwakilan dari Polres Kampar Rahmat, perwakilan dari Kesbagpol Kabupaten Kampar, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri SH., M.H, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pembahasan serta mengevaluasi kegiatan yang sudah kita selenggarakan setahun yang lalu terhitung dari surat perintah yang sudah kita buat kepada masing-masing instansi.

“Jadi kegiatan ini mengevaluasi dan perkembangan mengenai situasi Pakem yang ada di Kabupaten Kampar. Masing-masing perwakilan yang mengikuti rapat Pakem menyampaikan perkembangannya, ” ujarnya didampingi oleh Kasi Intel Silfanus Rotua Simanulang, SH., M.H, kepada awak media, Jumat (20/11/2020).

Suhendri menyebutkan, dari perkembangan satu tahun terakhir, ada sejumlah persoalan yang ditemukan, salahsatunya pembuatan rumah ibadah, yang awal tahun di Bulan Juni sempat menimbulkan permasalahan atau konflik di tengah masyarakat untuk berlainan agama.

“Terkait dengan persoalan tersebut kita sepakat memberikan saran dalam pembangunan rumah ibadah setiap masyarakat umat beragama, yakni wajib mengikuti syarat dan ķetentuan dalam pembangunan rumah ibadah. Dengan demikian tidak ada lagi kecemburuan bagi agama-agama lain ketika akan mengurus rumah ibadah serta masyarakat tidak berasumsi miring terkait hal itu,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan dengan adanya evalusi ini dapat mencegah terjadinya persoalan ditengah-tengah masyarakat, sehingga sebelum ada masalah Tim Pakem sudah bisa mengambil langkah untuk menanggulanginya.

Ia juga mengakui program tersebut belum berjalan dengan baik, hal itu dikarenakan situasi pandemi covid-19, sehingga mempunyai sedikit kendala dalam mengsosialisasi kerukunan beragama disetiap wilayah Kabupaten Kampar.

“Kendalanya saat ini adalah situasi pandemi, sebagian mata anggaran habis untuk kegiatan covid-19, sehingga sosialisasi kerukunan umat beragama tidak berjalan dengan baik,”beber Suhendri.

Menurutnya, mengatasi hal tersebut pihak saat ini berupaya untuk berkordinasi dengan lembaga-lembaga dakwah lainya baik di Pemerintahan maupun non Pemerintahan untuk memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat secara bersama-sama.

“Jadi, kita ajak lembaga-lembaga agama yang di masyarakat untuk bersama-sama memberikan sosialisasi,” pungkasnya.**

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Kejari Kampar Terima Pelimpahan Perkara Kasus Narkotika dari BNN Provinsi Riau

BANGGKINANG – Pelimpahan tahap II dari BNN Provinsi Riau yang ada dua berkas perkara, diterima ...