Senin , Oktober 25 2021

Kejari Kmpar Kembali Terapkan Keadilan Restoratif, 3 Tersangka ini Bebas dari Jeratan Hukum

BANGKINANG – Sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung No.15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar kembali melakukan Restorative Justice terhadap tiga orang tersangka penganiayaan, Senin (14/9/2020) di aula Kejari Kampar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Suhendri,SH.MH melalui Kasi Pidum Sabar Gunawan mengatan, kita telah memediasi dan melaksanakan penghentian penuntutan perkara ringan dari Polsek Tapung Hulu, dengan konsep Restorative Justice. Perkara tersebut adalah perkara penganiayaan ringan yang dilakukan oleh Suami, Istri dan anak, sedangkan yang menjadi korban adalah seorang wanita,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kampar,”ujarnya.

‘Kita dari pihak Kejaksaan telah melakukan upaya mediasi perdamaian Restorative Justice atau menyelesaikan perkara sehingga diharapkan mampu tercapainya keadilan bagi kedua belah pihak tanpa harus berlanjut ke meja persidangan,” ujar Kasi Pidum, Sabar Gunawan yang didampingi oleh Jaksa Fungsional, Andi Situmorang.

B Simanjutak salah seorang tersangka yang bebas dari jeratan hukum ini merasa senang dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam mediasi ini.

“Saya sangat senang dan berterima kasih pada semua pihak terutama Kejari Kampar yang telah melakukan mediasi hingga kami bertiga bebas dari jeratan hukum,”ucapnya.

Sementara itu Lisnawati (korban) menuturkan bahwa semuanya telah selesai dan sudah saya maafkan dari hati yang paling dalam dan terima kasih pada semua pihak yang telah ikut memediasikan perkara ini,”ungkapnya.

(Dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar