Senin , Oktober 25 2021

KERJA NYATA PEMDA RIAU KEJAR NAWACITA BANGSA

riau-adv-1PEKANBARU – Upaya pemerintah provinsi Riau dalam meningkatkan pembangunan daerah untuk mencapai Nawacita Bangsa atau Sembilan harapan banga yakni dengan melakukan strategi dari awal hingga pencapaian hasil. Awalnya,pemerintah provinsi Riau meluncurkan slogan Kerja Nyata sebagai pondasi awal untuk semangat kerja stakeholder atau pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah provinsi Riau yang dilincurkan pada saat pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke 71 tahun,di halaman kantor Gubernur Riau, Rabu (17/08) oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, MBA.

”Mari kita kerja nyata secara bersama-sama untuk membangun dan menggunakan paradigma nasional, dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Memperbaiki regulasi dan birokrasi secara masif seiring dengan perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi,” kata gubernur.

Dikatakan Gubernur Riau sebagaiman yang dikutip dari klik.com, tahun ini dibanding tahun sebelumnya berbeda, dengan slogan tersebut menjadi kebanggaan sendiri. Sekarang sudah tidak zamannya pemimpin tidak mau bekerja. Tetapi kini saatnya kerja nyata untuk masyarakat. Prestasi Pemprov Riau sebagai penyumbang PAD terbesar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov Riau & masyarakatnya. Dengan kerja keras seluruh SKPD dan masyarakat Riau, cita-citanya di tahun depan ada perbaikan peringkat yang lebih baik.

Sebagian pencapaian dari kerjasama dalam membangun provinsi Riau. Perekonomian Riau jika diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan satu tahun 2016 mencapai RP. 162,19 Triliun, tumbuh 2,34 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015.

“Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi akhir tumah tangga sebesar 6,41 persen. Dari indikator PDRB, Provinsi riau menempati urutan ke-5 PDRB terbesar di Indonesia dan terbesar di Pulau Sumatera,” beber Andi Rahman.

Bahkan dalam situasi terbatasnya penerbitan perizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi akibat belum disahkannya peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Riau masih berada di peringkat sepuluh besar dengan total realisasi investasi sebesar 18,110,42 Miliyar Rupiah dan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Siak, kita berhasil meraih juara 1 untuk kategori pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) terbaik untuk tingkat kabupaten Se Indonesia.

Kondisi Perekonomian yang semakin membaik telah dapat menurunkan jumlah pengangguran yaitu 199.769 orang atau 6,72 persen pada februari 2015 turun menjadi 176.948 orang atau 5,94 persen pada Februari 2016. Sementara itu jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 mencapai 2.978.238 orang, sedangkan pada Februari 2015 lalu sebesar 2.974.014.

“Capaian-capaian yang telah raih pun sudah sesuai dengan pancang-pancang yang telah ditanam dan cenderung mengarah kepada tren positif. Hal ini terlihat dari data BPS Riau, yakni jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis kemiskinan) di Riau pada posisi maret 2016 sebesar 515,40 ribu jiwa (7,98 persen) sedangkan pada posisi maret 2015 berjumlah 531,39 ribu jiwa (8,42 persen). Artinya, Penduduk miskin di Riau mengalami penurunan sebanyak 15,98 ribu jiwa atau sebesar 3,01 persen,” katanya lagi.

Pembangunan manusia di Riau pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau. Pada tahun 2015, IPM Riau telah mencapai 70,84. Angka ini meningkat sebesar 0,51 poin dibandingkan dengan IPM Riau pada tahun 2014 yang sebesar 70,33.

“Ditengah hambatan terhadap pelaksanaan APBD tahun anggaran 2015 yang lalu, Alhamdulillah kita masih dapat mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK-RI atas laporan pertanggung jawaban keuangan APBD tahun Anggaran 2015. Kita menyadari bahwa pelaksanaan APBD tahun 2015 belum sesuai dengan harapan kita semua, dimana serapan belanja kita baru mencapai 68 persen lebih, namun pada tahun 2016 ini kami telah bertekad akan meningkatkannya,” imbuhnya.

Usai mengikuti upacara, Gubernur Riau lantas pergi ke Lapas Kelas IIA Kota Pekanbaru untuk menyerahkan secara simbolis remisi atau pemotongan masa tahanan yang merupakan tradisi oleh Kementerian Hukum dan HAM setiap tahunnya. “Selamat bagi para pidana yang mendapatkan remisi, terutama yang mendapatkan remisi yang langsung bebas hari ini. Bagi yang belum mendapatkan remisi bersabar saja tahun depan masih ada lagi,” singkat Andi Rachman.

Sebagai kado perayaan HUT ke-71 Republik Indonesia (RI), sebanyak 4.563 narapidana (napi) se-Provinsi Riau diberikan remisi atau pemotongan masa tahanan. Bahkan, sebanyak 121 napi dari diantaranya akan langsung menghirup udara bebas tepat pada tanggal 17 Agustus 2016 ini.

Untuk mewujudkan Nawacita Bangsa yang ke enam yakni, Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya, pemerintah provinsi Riau melakaukan pemabangunan Sumber Daya Manusia dengan cara membangun fasilitas Balai Latihan Masyarakat Pekanbaru di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

riau-adv-4

Gubernur Riau H Arsyajuliandri Rachman dalam sambutannya saat peresmian Balai Latihan Masyarakat Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat karena dipilihnya Riau sebagai tempat pelatihan yang satu-satunya di Indonesia. “Ini juga salah satu program pembangunan Pemerintah Provinsi Riau untuk dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia,” ujarnya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar pada hari Senin (29/08/2016) kemarin.

Dalam kesempatan itu juga, Gubri berharap pembangunan ini banyak manfaatnya dalam rangka peningkatan SDM di Provinsi Riau.  “Dan berharap agar perekrutmen orang Riau diikut sertakan agar lebih menambah semangat baru untuk membangun negeri Provinsi Riau,” kata Gubernur Riau. (ADV/BAIM/HMS)

Kirim komentar Anda disini

Komentar