Minggu , Desember 5 2021

Keterbatasan fisik bukan menjadi halangan untuk meraih kesuksesan.

Detak kampar.com-Jakarta – Keterbatasan fisik bukan menjadi halangan
untuk meraih kesuksesan. Setidaknya hal inilah yang dibuktikan oleh dua
penyandang disabilitas, yakni Dedi Mulia dan Rachmita Harahap.

Dedi merupakan penyandang tunanetra. Menakjubkannya, dia memiliki dua gelar sarjana dan telah menyabet pula gelar master.

“Saya
S1 di Fakultas Perikanan & Kelautan IPB dan UNJ. Selanjutnya, S2 di
UPI Bandung. Dan saya juga sekarang aktif mengajar di salah satu
universitas di Serang, Banten,” terangnya kepada perwakilan Ditjen Dikti
Kemendikbud, Eva Wany, Kasie Sistem Pembelajaran Dikti Kemdikbud dan
Widyo Dinarso Kepala Studi Kemahasiswaan Sub Direktorat Pembelajaran dan
Kemahasiswaan di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu
(12/3/2014).

Dia menceritakan, sewaktu mendaftar ke IPB dirinya
sempat ditolak mentah-mentah oleh panitia. Walau begitu, Deni tidak mau
menyerah begitu saja. Dia mengatakan bahwa mendaftar dan melanjutkan
kuliah adalah haknya.

“Saya memang buta, tapi saya tidak buta
hati. Hak saya adalah mendaftar dan melanjutkan kuliah,” tuturnya kala
itu kepada panitia pendaftaran.

Deni mengaku tidak ada kesulitan
atau pun hambatan selama mengikuti perkuliahan. Sehingga, dia mendorong
pemerintah agar tidak membatasi kesempatan penyandang disabilitas untuk
memasuki jenjang perguruan tinggi. Sebab, perguruan tinggi merupakan
salah satu tiket seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Kirim komentar Anda disini

Komentar