Selasa , November 30 2021

Klirkan Persoalan Andri Kurniawan OMBUDSMAN Kunjungi SMA N 2 Bankinang

Detak kampar.com .BANGKINANG
KOTA  – Menanggapi ramainya pemberitaan
di media cetak dan online tentang pengembalian Andri Kurniawan siswa kelas XII
SMA Negeri 2 Bangkinang kepada orangtuanya oleh pihak sekolah yang diduga
terkait aksi demo yang dilakukan nya bersama IPMB, Senin siang 05/10/15 OMBUDSMAN
perwakilan Riau melakukan pertemuan dengan pihak sekolah.

Pertemuan
yang di hadiri oleh PLH kepala sekolah SMA 2 Bangkinang Hendra,Wakepsek bagian
kesiswaan (Syahrial),Wakepsek bagian Humas (Hanafi),Wali kelas XII (Ahmad
Balian),Wakepsek bagian sarana (Sri Hanto) dan Wakepsek bagian Kurikulum(Adinul
Adli) dengan OMBUDSMAN yang di hadiri oleh Asisten Bambang Pratama ,Zsa zsa
Bangun Pratama, dan staf ahli Silvia Ningrun dan Putra berlangsung di ruang
sekolah SMA 2 Bangkinang.
PLH
Kepala Sekolah SMA 2 Bangkinang Hendra menyampaikan,” bahwa persoalan ini
memang menjadi Fenomena Menarik,terkait dikembalikannya salah seorang siswa SMA
2 Bangkinang (Andri Kurniawan) kepada orang tuanya sudah melalui tahap atau
prosedur serta peraturan yang berlaku dan ia sangat menyambut baik serta
berterima kasih dengan apa yang dilakukan OMBUDSMAN umtuk menyelesaikan persoalan
ini,”ujarnya.
Hendra
menambahkan, pengembalian Andri Kurniawan ini tidak ada hubungannya dengan
keikutsertaannya dalam aksi demo di Dinas P dan K Kampar, pengembaliannya ke
oranagtua di karenakan Andri sudah melanggar peraturan sekolah seperti sering
tidak masuk sekolah, kedapatan merokok, serta ada beberapa mata pelajaran yang
tak tuntas dan pelanggaran peraturan sekolah lainnya,”tegasnya.
Disisi
lain Bambang Pratama mewakili OMBUDSMAN mengatakan,”kami berkunjung ke sekolah
SMA N 2 Bangkinang ini untuk mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang di
media massa, kalau memang pihak sekolah sudah mengambil keputusan sesuai dengan
peraturan yang berlaku ya tidak jadi masalah cuman kita harus mentelaah dulu
data yang telah diberikan pihak sekolah.
“Kita
berharap Andri bisa menyelesaikan pendidikan di sekolah tingkat menengah dengan
baik karena itu merupakan hak setiap anak Indonesia dan mudah – mudahan dengan
pertemuan ini semuanya bisa menjadi klir dan ditemukan solusinya,”tutupnya.(zul/dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar