Minggu , Desember 5 2021

Komisi 1 DPRD Kampar Menilai Pemda Tidak Serius Menyelesaikan Konflik Lahan Di Danau Lancang

Detak kampar.com BANGKINANG KOTA – Untuk mempertanyakan sejauh mana usaha penyelesaian konflik llahan antara masyarakat Desa Danau Lancang dengan PT.IKS oleh tim yang dibentuk Pemkab Kampar yang diketuai Asisten 1 Ahmad Yuzar, Komisi 1 DPRD Kampar Selasa 01/09/2015 kembali melakukan hearing dengan tim  yang diketuai Ahmad Yuzar .


Hearing kali ini juga dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup Kampar Willem Tarigan dan Kepala desa Danau Lancang  Azirman yang selalu tampil memperjuangkan aspirasi warganya.


Toni Hidayat Ketua Komisi 1 DPRD Kampar dalam dialog mempertanyakan sejauh mana kinerja dari tim yang diketuai Ahmad Yuzar dan Toni menilai tim ini terkesan tidak berhasil dalam menyelesaikan konflik lahan yang terjadi di Danau Lancang yang jelas -jelas sudah ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan.


Toni  menduga ada 200 perusahaan di Kampar yang tidak mempunyai izin dan bisa beroperasi dikampar dan meminta kepada Pemerintah Daerah agar bisa menegur dan bertindak tegas pada perusahaan yang melanggar dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku didaerah Kampar apa lagi sampai merugikan masyarakat dan merusak lingkungan,’ ujarnya.


Hal senada juga disampaikan Triska Feli anggota Komisi 1 yang menilai selama ini tim yang diketuai Ahmad Yuzar selama ini tidak pernah berkoordinasi dengan Komisi 1 dalam menyelesaikan persoalan konflik lahan di Danau Lancang sehingga sampai saat ini belum ditemukan solusinya.


Disisi lain Ahmad Yuzar berjanji akan mencarikan solusi permasalahan ini dan berkoordinasi dengan Komisi 1 dalam penyelesaian konflik lahan di Danau Lancang dengan melibatkan pihak-pihak terkait dan juga menindak lanjuti informasi yang berkembang adanya setoran yang diberikan perusahaan yang tidak terdaftar di Pemkab Kampar kepada pihak tertentu.


Dalam waktu dua minggu ke depan Komisi 1 akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan tim yang diketuai Ahmad Yuzar dan pihak-pihak terkait agar konflik lahan di Danau Lancang bisa selesai. (dir/zul)

Kirim komentar Anda disini

Komentar