Sabtu , Desember 4 2021

Komisi IV DPRD Kampar Tinjau Lokasi SUTT Yang Di Khawatirkan Warga

Detak kampar.com BANGKINANG
KOTA – Menyikapi kekhawatiran warga yang mengalami radiasi akibat pemasangan
saluran udara tegangan tinggi (SUTT), komisi IV DPRD Kampar meninjau lokasi
pembangunan tower doble pi PLN Riau di jl. A. Rahman Saleh RT.03 Rw.08
Kelurahan Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kota, senin (3/8/15)

Peninjauan
yang dipimpin sekretaris komisi IV Hendrayani, SE dan diikuti oleh anggota,
Kardinal Kasim, SE, Fahmil, SE, Diski, Harsono, Jumaris, dan Firman Wahyudi,
SE.
Serta dari pihak PLN terdiri dari. Manager Hukum dan Humas PLN P3B Sumatera,
Armansyah melalui Manajer unit pelayanan Transmisi (UPT) Pekanbaru Amiruddin,
manager Pln rayon Bangkinang Zulfendi, manager Gardu Bangkinang Ricky.
Turut
serta juga warga yang mengadukan persoalan ini Hadinur dan Suryanti.
Sebelum sidak dimulai dengan hearing di gedung DPRD, dalam hearing tersebut
Hadinur menyatakan, pembangunan SUTT ini dikhawatirkan akan menimbulkan radiasi
bagi kesehatan dirinya dan keluarganya, untuk itu dirinya merencanakan akan
pindah rumah
 “tentunya
kita harapkan pihak PLN bisa mengganti rugi rumah kami ” ujarnya.
Sermentara
itu, suryanti menjelaskan, lahan di bawah SUTT miliknya memang sudah diganti
rugi, namun masih ada sisa, sayangnya sisa ini tidak bisa dijual karena pembeli
tidak bersedia membeli tanah berbatas langsung dengan SUTT karena khawatir
radiasi “makanya kami minta pihak DPRD mencarikan solusi.
Pembangunan
tower itu sendiri sudah dimulai sehingga warga mulai khawatir.
setelah hearing di gedung dewan dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan, dilapangan
ditemukan rumah Hadinur berjarak 5 meter dari kabel jaringan dengan ketinggian
20 meter.
“Dan
ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena dalam jarak seperti ini masih
dalam jarak yang aman ” ujar Manager Hukum dan Humas PLN P3B Sumatera, Armansyah
di lokasi.
Dijelaskannya
pihak PLN bisa saja mengganti rugi atau memberikan kompensasi bagi warga selama
itu memang ada aturan yang mengaturnya. namun berdasarkan Permen 38 tahun 2013
tidak ada aturan mengganti rugi, karena kita sudah membayar ganti rugi lahan.
“Kalau
memang ada aturan yang baru kita siap membayarnya ” ujarnya. Towes SUTT
ini berkapasitas 150 kv yang masih di titik aman, yang bisa menimbulkan radiasi
adalah SUTET yang kapasitasnya 500 kv.
Sementara
itu Manajer unit pelayanan Transmisi (UPT) Pekanbaru Amiruddin yang merupakan
pelaksanaa dari pembangunan tower tersebut menjelaskan, pembangunan tower ini
sangat penting bagi peningkatan kehandalan suplay jaringan, selama ini cuma ada
dua sirkit sekaramg ditambah 2 sirkit lagi.
Ini
memberikan pengaruh suplay jaringan dari plta ke gardu Bangkinang, lalu
Bangkinang mensuplay ke rayon Kampar dan Pekanbaru.
Setelah
mendengar semua pendapat akhirnya komisi IV memutuskan untuk menunda
penyelesaian hingga minggu depan, sementara itu pihak PLN diminta untuk
menyiapkan berkas kelayakan dan aturan tentang kompensasi, DPRD juga akan
menanyai instansi terkait seperti BLH “dan untuk sementara pmebangunan
ditunda dulu selama seminggu ini hingga ada penyelesaian ” ujarnya.
Akhirnya rombonganpun membubarkan diri (dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar