Rabu , Oktober 20 2021

Kondisi Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang Memprihatinkan

index
Beberapa Anggoat DPRD Kabupaten Kampar (Firman Wahyudi, Diski, Agus Candra) Meninjau Langsung Kondisi Stadion Tuanku Tambusai Pada agsutus 2015. Terlihat Asbesnya Amblas Dan Hingga Kini Belum Dilakukan Perbaikan Oleh Pihak-Pihak Terkait.

BANGKINANG KOTA –  Kondisi Stadion Sepakbola Tuanku Tambusai Bangkinang sungguh memprihatinkan, asbes di beberapa ruangan stadion kebanggann masyarakat Kabupaten Kampar ini rusak, amblas dan dindingnya penuh lumut akibat rembesan air hujan.

Hal ini sangat disayangkan oleh warga pencinta sepakbola. Hasbi misalnya, ia  mengaku sering datang ke stadion ini jika ada iven atau pertandingan sepakbola. Tapi, katanya, suasana kurang nyaman dirasakannya karena kondisi sejumlah ruangannya rusak dan terkesan diabaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Stadionnya  dibangun dengan biaya mahal, tapi tak ada perawatan, mestinya dana perawatan dialokasikan. Akibatnya, kondisi stadionnya sudah rusak dan memperihatinkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Danil, warga Bangkinang Kota. Dia mengatakan seluruh fasitlitas umum milik publik mestinya dirawat dengan baik agar tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, tak terkecuali fasilitas dan sarana olahraga ini,” ucap danil kesal, jumat (29/1).

Namun, hal yang mengejutkan disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar, Samsul Bahri, Bahwa Stadion ini masih dalam pengawasan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kampar.

“Stadion itu sampai saat ini belum pernah diserahterimakan ke kita, masih di bawah PU itu,” ujar Samsul Bahri Ketika dihubungi wartawan, Jumat (29/1).

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua KONI Kabupaten Kampar Ir. H Abdul Gafar ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait buruknya kondisi sejumlah ruangan Stadion Tuanku Tambusai ini.

“Ke KONI pun belum pernah diserahterimakan,” ujarnya.

Kami berusaha menghubungi Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kampar, Chalisman melalui nomor selulernya, namun tidak ada jawaban. Kami coba untuk mengirim pesan singkat juga tidak kunjung dibalas.

Informasinya, bahwa Stadion ini dibangun sebelum pelaksaan PON  Nasional XVIII  Provinsi Riau pada tahun 2012 silam. Namun ironinya hingga hampir 6 tahun belum juga diserahterimakan ke Dinas Pemuda  Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata.

Bahkan Kondisi Stadion rusak tanpa perwatan ini juga mendapat perahtian sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kampar pada Agustus 2015 lalu. Beberapa anggota DPRD dari Komsi II dan IV sempat meninjau langsung kondisinya, namun hingga kini belum juga ada perbaikan. ***

 

Kirim komentar Anda disini

Komentar