Minggu , Desember 5 2021

KPK Tak Bantah OC Kaligis Halangi Penyidikan

Detak kampar.com JAKARTA – Tersangka
kasus suap Otto Cornelis Kaligis diduga menghalang-halangi upaya penyidikan
yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satunya, ketika
KPK akan menggeledah di kantornya, sejumlah dokumen terkait perkara dikabarkan
telah dipindahkan sebelumnya. 

Padahal, penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap pada
hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Saat dikonformasi mengenai hal itu,
Pelaksana Tugas Ketua KPK, Taufiqurrachman Ruki, tidak membantahnya.

“Kemungkinan itu terjadi,” kata Ruki, Kamis, 16 Juli 2015.

Kendati demikian, Ruki menyebut masih banyak cara untuk mengumpulkan bukti,
tidak hanya menggeledah kantor Kaligis. Menurut dia, KPK juga masih bisa
melakukan penelusuran jika ada upaya untuk memindahkan bukti-bukti yang tengah
dicari penyidik.

Ruki lantas menyebut bahwa seorang tersangka memang akan berusaha untuk
menutupi kesalahannya. Namun, dia menegaskan bahwa instansinya tidak khawatir
mengenai hal tersebut.

“Setiap orang pasti berusaha menutupi kesalahan yang dibuatnya. Buat kita
biasa saja. Nothing to worry-lah,” ujar dia.

Dia menyebut KPK sudah mempunyai cukup alat bukti terkait keterlibatan Kaligis
dalam perkara ini. Oleh karena itu, mereka berani melakukan penangkapan dan
penahanan terhadap yang bersangkutan.

Saat disinggung mengenai kemungkinan Kaligis untuk dijerat dengan pasal
menghalangi penyidikan, Ruki menjawab diplomatis.

“Kita lihat nanti, jangan berandai andai,” ujar dia.

KPK telah resmi menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan kasus
pemberian dan penerimaan hadiah kepada hakim PTUN Medan. Dia disangka telah
melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau
Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Selain Kaligis, KPK juga menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah
Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan
Ginting, Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, serta seorang advokat yang bekerja
di kantor Kaligis & associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry.

Kelima orang tersangka tersebut kini sudah ditahan. Mereka ditahan di Rutan
yang terpisah.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar