Minggu , November 28 2021

Kronologi Anggota TNI Ditembak Brimob Batam Versi Angkatan Darat

Detak kampar.com, 4 Anggota TNI Batalyon Infanteri 134 Tuah Sakti menjadi korban dalam peristiwa penembakan yang diduga dilakukan anggota Brimob di Markas Komando (Mako) Brimobda Kepri, di Tembesi, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Minggu, 21 September malam.

Keempat anggota TNI itu yang tertembak di bagian pahanya itu adalah, Pratu Ari Kusdiyanto yang merupakan anggota kesehatan kompi Markas Yonif 134/TS dan Prada Hari Sulistiyo selaku anggota kompi bantuan Yonif 134/TS, Praka Eka Basri anggota Kompi, dan Pratu Eko anggota Kompi Markas.
Insiden ini terjadi ketika anggota Polda Kepri dan Bromobda Kepri melakukan penggerebekan di salah satu gudang solar yang terletak di Jalan Trans Barelang Tambesi Batu Aji, Batam.

Berikut kronologi insiden tersebut seperti yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkata Darat, Brigjen Andika Perkasa saat jumpa pers di Markas Besar AD, Jakarta, Senin (22/9/2014):

Pada pukul 20.00 WIB, Anggota Polda dan Brimbob Kepri melakukan peenggerebekan gudang BBM solar milik seseorang berinisial N. Saat itu, mereka mendapati sebuah mobil sedang merah yang diduga sebagai pelangsir BBM solar menuju gudang tersebut. Dan mobil itu pun kabur saat mengetahui ada penggerebekan. Pengejaran pun langsung dilakukan. Penembakan pun dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap mobil yang terus berusaha melarikan diri.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Anggota Polda dan Brimbob Kepri keluar dari gudang minyak tersebut. Dan pada saat bersamaan melintas Pratu Ari Kusdiyanto dan Prada Heri Sulistiyo yang baru saja selesai melaksanakan apel malam di Yonif 134/TS dan akan pulang ke rumahnya di daerah Bengkong Laut sekaligus akan mengambil cucian laundry. Dan mereka sama sekali tidak bersenjata. Di tengah perjalanan, 2 prajurit itu pun berhenti lantaran melihat keramaian di depan perumahan Cipta Asri atau di gudang BBM tadi. Namun, bagian tanah tempat keduanya berdiri malah ditembaki dan mengenai paha Pratu Ari Kusdiyanto dan Prada Heri Sulistiyo.

Kemudian, sekitar pukul 21.45 WIB, Praka Eka Basri yang sedang menuju simpang Tambesi untuk membeli makan bagi istrinya melihat 2 rekannya yang tertembak. Yang bersangkutan kemudian singgah ke Mako Brimob dan menanyakan kepada anggota Brimob alasan penembakan kedua rekannya. Kedua belah pihak kemudian terlibat cekcok mulut. Dan pada saat itu, Praka Eka pun dikeroyok dan dipukul dengan sebuah gitar.

Sekitar pukul 21.50 WIB, Prati Eko Syahputra yang merupakan anggota Kompi Markas Yonif 134/TS mendapat telepon dari rekannya tentang insiden itu. Ia yang tidak bersenjata kemudian menuju Mako Brimob untuk mencari tahu kejadian sebenarnya. Namun, setibanya di lokasi yang bersangkutan malah ditembak oleh anggota Brimob.

Selanjutnya, sekitar pukul 22.10 WIB, Pratu KS Marpaung yang merupakan Anggota Provost juga menuju Mako Brimob setelah mendengar insiden tadi. Saat tiba di lokasi, Pratu KS Marpaung sudah mendapati Praka Eka Basri bersimbah darah di bagian wajahnya. Namun, kedatangnya ini juga tidak dipedulikan oleh anggota Brimob, mereka malah membawa Praka Eka masuk ke dalam kantor Brimob.

Sekitar pukul 22.19 WIB, Lettu Infantri Irham Irawan yang merupakan Pasi Intel Yonif 134/TS juga hadir ke Mako Brimob. Ia datang dan langsung menyampaikan pada Wakasat Brimobda Kepri untuk menjemput anggotanya yang ada di dalam. Namun, saat pembicaraan di depan Mako Brimob berlangsung, Irham mendengar letusan senjata dari dalam kantor Brimobda Kepri. Diduga penembakan ini dilakukan kepada Praka Eka.

Setelah terus didesak oleh Irham, akhirnya agar Praka Eka pun dikeluarkan dari dalam, tepatnya pukul 22.45 WIB. Saat keluar, kondisinya sudah berlumuran darah di bagian wajah dan kaki sudah tertembak. Korban pun langsung dibawa ke RSUD Embung Fatimah untuk dilakukan operasi pengeluaran proyektil peluru.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Danyonif 134/TS tiba di depan Mako Brimob menemui Wakasat Brimob dan langsung menenangkan anggotanya yang sudah ramai berkumpul di lokasi.
“Saat ini semua korban penembakan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Embung Fatimah,” terang Brigjen Andika Perkasa.(dir/Liputan6)

Kirim komentar Anda disini

Komentar