Senin , Oktober 18 2021

Kurang Vitamin D Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Detak kampar.com  – Para peneliti dari University of California, San Diego School of
Medicine menemukan, orang yang kadar vitamin D-nya rendah, dua kali
lebih mungkin mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang kadar
vitamin D dalam darahnya lebih tinggi.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health
tersebut menggunakan ulasan sistematis 32 studi yang menganalisa jumlah
vitamin D dalam darah dan angka kematian manusia. Pengukuran jumlah vitamin D dalam darah menggunakan tes 25-hydroxyvitamin D. 
Dalam studi ini, warga dari 14 negara termasuk Amerika Serikat
dilibatkan selama 9 tahun masa penelitian dengan total partisipan
sebanyak 566.583 orang. Usia rata-rata partisipan saat tes pengambilan darah rata-rata ialah 55 tahun. 
“Tiga tahun lalu, Institute of Medicine (IOM) menyimpulkan,
memiliki kadar vitamin D dalam darah yang terlalu rendah, berbahaya,”
ujar profesor di Departement of Family and Preventive Medicine dari UC
San Diego, Cedric Garland, DrPH., seperti dilansir laman resmi
University of California, San Diego.
“Studi ini mendukung kesimpulan itu, namun selangkah lebih maju. 20
nanogram/milimeter (ng/ml) merupakan batasan tingkat vitamin D dalam
darah, berdasarkan laporan IOM yang menemukan adanya hubungan antara
kadar rendah vitamin D dan risiko penyakit tulang. Penemuan baru ini
menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D rendah dengan risiko
kematian dini,…,” tambahnya. 
Mengomentari temuan ini, profesor dari Departemen Pengobatan, UC
San Diego School of Medicine, Heather Hofflich, DO, mengatakan, studi
ini memberikan jaminan pada publik bahwa vitamin D aman digunakan dalam
dosis tepat, yakni hingga 4.000 satuan internasional (IU)/hari. 
Sinar
matahari dan sumber pangan, seperti ikan berlemak atau berminyak
misalnya salmon, tuna, tenggiri, kemudian minyak hati ikan dan kuning
telur, diketahui merupakan sumber vitamin D.

Kirim komentar Anda disini

Komentar