Senin , 24 Juni 2019

Listrik Desa Sungai Agung Menyala, Bupati Kampar : Ini Berkat Doa Masyarakat Juga

bupati-ini-berkat-doa-masyarakat
Bupati Kampar H Jefry Noer SH berfhoto bersama usai acara syukuran masuknya    listrik di Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung

TAPUNG – Bertahun- tahun menjalani malam dengan kondisi gelap gulita, itulah yang dirasakan oleh  masyarakat Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung. Namun kondisi itu kini berubah, listrik yang selama ini menjadi harapan warga desa tersebut akhirnya masuk juga.

“Saya dan warga desa Sungai Agung sangat bersyukur, kini desa kami yang jauh dari pusat kota, sudah diterangi listrik,” ungkap Kepala Desa Sungai Agung, Ahmadi S Pd, saat acara syukuran masuknya listrik di desa mereka pada Ahad (29/5/2016).

Dalam sambutannya ia menyampaikan kondisi desanya yang selama ini masih jauh dari suasana terang, namun saat ini ketika masuknya Listrik di Desa ini, membuat semua lingkungan Desa ini menjadi terang.

Kedepan ia juga mengharapkan kepada masyarakat maupun perusahaan yang ada di desa Sungai Agung untuk ikut ambil bagian dalam memajukan dan membangun Desa.

“Jangan hanya kita selalu menunggu uluran bantuan Pemerintah, sebaiknya kita masyarakat terlebih dahulu berusaha,”ujarnya.

Tidak hanya warga yang bahagia, Bupati Kampar H Jefry Noer SH yang menghadiri acara syukuran masuknya Listrik Untuk Desa Sungai Agung Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada Ahad (29/5/2016) juga mengaku lega dan bahagia.

Ia mengajak semua masyarakat untuk bersyukur sebagai wujud bergembira karena terlepasnya desa Sungai Agung ini dari keterbatasan sarana penerangan atau listrik.

“Ini semua berkat rintihan dan Do’a masyarakat Sungai Agung dalam kegelapan, sekarang setelah terang hendaknya tetap berdo’a kepada Allah SWT agar nikmat ini ditambah oleh Allah SWT,” kata Bupati Kampar Jefry Noer ketika memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu Bupati Kampar juga mengajak Kepala Desa untuk membangun Badan Usaha Desa (Bumdes), dimana badan usaha ini bukan hanya sebatas simpan pinjam saja, tapi juga bisa membangun Warung Serba ada (Waserba) untuk Desa.

Fungsi warung serba ada ini untuk memangkas mata rantai yang membuat harga kebutuhan pangan selama ini mahal. Dimana menurut Bupati ada 6 mata rantai, mulai dari pabrik, pengecer kota, hingga pengecer tingkat Desa.

‪”Dengan adanya Waserda di masing-masing Desa, bahan pangan bisa kita potong pendistribusiannya hal ini berakibat turunnya harga komodoti ke tangan masyarakat,”ujar Jefry Noer.

Hal ini menurut Bupati sangat penting, apalagi seperti desa Sungai Agung yang berada jauh dari Kota Kabupaten keberadaan Bumdes ini sangat urgen. Ditambah lagi saat ini dari perkebunan baik itu Komoditi Sawit dan Karet kurang baik hasilnya maka harga pangan yang murah tentu menjadi keinginan dan harapan semua masyarakat.

Karenanya, Bupati mengajak masyarakat desa Sungai Agung khususnya dan Kabupaten Kampar umumnya untuk mau bekerja dan berusaha untuk merubah nasibnya dengan lebih keras lagi.

“Butuh perjuangan untuk keluar dari keadaan ini, banyak program Pemerintah untuk merubah nasib, ikuti dan jalankan program itu,”tegasnya.

bupati-kampar-dengan-peserta-pelatihan-negeri-perak-malaysia
Bupati Kampar H Jefry Noer foto bersama peserta Pelatihan Kerajaan Negeri Perak usai memberi materi di lokasi RTMPE Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu

Dalam kesempatan itu juga, ‪Jefry Noer juga mengajak masyarakat Desa Sungai Agung untuk menggalakkan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE). Dimana untuk melaksanakan RTMPE ini hanya dibutuhkan lahan seluas 1000 hingga 1500 meter persegi.

Didalam lahan yang hanya berukuran 1000 hingga 1500 meter  persegi tersebut, terdapat Sapi 6 ekor, ayam petelur Alpu, Ikan Lele serta ada tanaman Bawang Merah dan Cabe Merah serta sayur- sayuran.

Jika ini dikerjakan, dari hitung- hitungan yang diperkirakan maka warga bisa mendapatkan penghasilan  10 hingga 25 juta perbulan. Itu diluar 6 ekor anak sapi yang menjadi tabungan setiap tahunnya.

‪”Penghasilan dari petani Pengolah RTMPE mampu menghasilkan 10 hingga 25 juta perbulan, belum lagi 6 ekor anak sapi untuk Tabungan setiap tahunnya,” jelas Bupati.

Karena begitu menggiurkannya program RTMPE ini, saat ini sebanyak 22 orang perwakilan dari Negeri Perak Malaysia telah menimba ilmu di Pusat Pelatihan Teknologi RTMPE di Kubang Jaya, Siak Hulu.

Para perwakilan dari negara tetangga itu ingin menimba ilmu bagaimana memanfaatkan kotoran sapi, karena mampu dimanfaatkan sebagai pengganti LPG atau gas untuk bahan bakar memasak.

Mereka benar- benar tertarik untuk mempelajarinya. Sebab selain bisa digunakan sebagai pengganti LPG untuk bahan bakar memasak, juga bisa sebagai sumber penerangan dan dibuat pupuk, baik pupuk cair maupun pupuk padat.

Inilah yang membuat ketertarikan Negeri Perak Malaysia sehingga mengirimkan utusannya untuk belajar dan menimba ilmu di pusat pelatihan RTMPE di Kubang Jaya, Siak Hulu.

“ Dengan dilaksanakannya RTMPE ini, maka masyarakat tidak perlu lagi membeli kebutuhan seperti telur ayam, ikan lele, Gas, dan Bawang merah serta Cabe Merah, semuanya ada dilahan RTMPE,” jelas Bupati.

Ditambahkan Bupati, di RTMPE disamping kerja dengan hasil menjanjikan, kesempatan dan waktu beribadah pun banyak, dan bisa dikerjakan bersama- sama dengan anggota keluarga.

“Karenanya, peserta RTMPE itu hidupnya insyaAllah akan bahagia dan lebih cepat masuk syurga,” ujar Bupati dalam kesempatan lain.

Bupati Kampar H Jefry Noer berkeinginan, kedepannya RTMPE Kubang Jaya bukan hanya untuk pelatihan  bagi masyarakat Kampar dan negara Indonesia saja, tetapi akan jadi pusat pelatihan di Nusantara.

bupati-segera-bekerja-dan-bangun-ekonomi
Malam perpisahan dan pemberian cendera mata dari Bupati Kampar Jefry Noer kepada peserta pelatihan RTMPE dari Negeri perak Malaysia di Hotel Tiga dara Siak Hulu

“ Tak terkecuali juga untuk negara- negara jiran seperti negara Malaysia khususnya,” ujar Bupati saat memberikan arahan pada malam perpisahan dengan peserta pelatihan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) dari negeri perak Malaysia di taman wisata tiga dara Kecamatan Siak Hulu beberapa waktu lalu.

Untuk mencapai semua keberhasilan baik dari sisi kesejahteraan maupun pembangunan, menurut Bupati Kampar kuncinya adalah semangat dan kemauan bekerja keras. Sebab yang terpenting adalah pengaplikasian bukan banyaknya teori. (adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Untuk Ketiga Kalinya Kampar Terima WTP Dari BPK RI

PEKANBARU, DETAKKAMPAR.CO.ID – Kabupaten Kampar menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan ...