Sabtu , Oktober 23 2021

“Majelis hakim telah salah mengambil kesimpulan. Ini bukan delik pidana zina. Tapi soal gugatan perceraian.

Detak kampar.com- Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Agama Tigaraksa,
Tangerang, menolak gugatan cerai N (istri) ke S (suami). Padahal dalam
gugatannya, N melampirkan foto-foto pesta seks S dengan para PSK.

Putusan ini diketok oleh majelis hakim yang terdiri dari Saifudin, Muhyar dan Fitriyel Hanif pada 25 Februari 2014 lalu.

“Majelis
hakim telah salah mengambil kesimpulan. Ini bukan delik pidana zina.
Tapi soal gugatan perceraian. Majelis hakim terjebak pada masalah zina
yang menjadi ranah pidana,” kata ahli hukum agama Islam, Dr Nurul Irvan,
saat berbincang dengan Detakkampar.com

Bukti foto
pesta seks tersebut dihadirkan supaya menguatkan bahwa keluarga itu
tidak harmonis lagi. Apalagi juga dikuatkan lagi dengan adanya SMS atau
BBM dari S dengan para PSK yang bermuatan mesum, mesra dan seronok.

“Memang
benar, jika dalam Al-Quran, zina itu harus dibuktikan dengan 4 saksi.
Tapi kan ini masalah perceraian. Jangankan begitu (foto pesta seks),
serong, pacaran berduaan di taman saja bisa menjadi pendukung adanya
talak. Apalagi ini,” ujar dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta itu.

Menurut ahli yang pendapatnya diadopsi oleh
Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengabulkan kasus anak biologis Machica
Mochtar itu, seorang istri dibenarkan menggugat cerai apabila merasa
rumah tangganya sudah tidak ada rasa sakinah, mawadah, warahmah. Apalagi
bukti perselingkuhan telah dibuktikan dengan foto dan keotentikannya
dikuatkan ahli IT.***(joey)

Kirim komentar Anda disini

Komentar