Senin , November 29 2021

Masyarakat Ganting Damai Tuding Kades Tidak Transparan

582730_134669636695661_2145207481_n
Kepala Desa Ganting Damai, Ali Abri (Kanan)

GANTING DAMAI (DK) – Sejumlah perwakilan masyarakat Desa Ganting Damai Kecamatan Salo menuding kepala desa mereka, Ali Abri tidak transparan dalam menyelenggarakan pembangunan dan menggunakan Dana Desa (DD). Mereka juga menuding sang kepala desa mengambil alih semua pengerjaan proyek-proyek di desa itu tanpa melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada.

Demikian yang disampaiakan oleh salah seorang perwakilan masyarakat, Muhammad Sanusi kepada wartawan, Senin, (31/10).

Lebih lanjut Sanusi menduga sang kepala desa mengerjakan proyek-proyek tidak mentaati sejumlah aturan dan terkesan asal-asalan.

“Semua pengerjaan proyek diambil alih langsung oleh kepala desa dalam hal ini Ali Abri. Kami masyarakat tidak dilibatkan. Hanya orang-orang tertentu dan kroni-kroni dia saja. sedangkan azas penyelenggeraan pembangunan desa ini adalah azas partisipasi, kekeluargaan dan gotong royong. Sama dia itu ndak ditaati, ditabrak semua,” tuturnya.

Lebih jauh Sanusi menuding sikap tidak transparan sang kepala desa karena diduga untuk mencari untung dari alokasi dana desa yang dipimpinnya bersama sebagian kecil kroni-kroninya saja.

Sanusi mencontohkan, dalam membangun jalan seminisasi, sang kepala desa sudah berlaku layaknya seorang kontraktor, seperti membeli bahan bangunan mulai dari semen, pasir dan material lainya harus meminta uang dan persetujuan darinya.

“Belum lagi pengerjaan jalan seminasi itu tidak sesuai bestek. Tidak pakai aspal cair untuk melapisi bagian atas jalan agar tidak cepat rusak,” ungkap Sanusi lagi.

Ditambahkannya, pihaknya sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mengetahui perihal anggraan dan biaya ini tidak diperbolehkan oleh kepala desa.

“Katanya kami masyarakat tidak boleh tahu. Katanya RAB itu rahasia dan tidak boleh diperlihatkan ke masyarakat, kan aneh itu,” terang Sanusi.

Sementara Kepala Desa Ganting Damai, Ali Abri saat dikonfirmasi soal ini, membantah segala tudingan Muhammad Sanusi. Dia menyebut dirinya sudah menjalankan pemerintahan desa sesuai dengan aturan dan kewenangan dirinya selaku kepala desa yang diatur oleh undang-undang.

“Segalan perencanaan pembangunan sudah kita musyawarahkan bersama masyarakat. Adapun orang-orang yang meributkan persoalan ini hanyalah didasari oleh niat-niat yang tidak baik saja,” jawabnya.

Selain itu, Ali Abri menolak dituduh tidak transparan karena tidak mau memperlihatkan RAB proyek kepada semua orang. Karena menurut Ali, RAB itu hanya bisa diperlihat kepada orang-orang tertentu dengan alasan tertentu pula.

“Ya ndak bisa lah kami perlihatkan kepada mereka. Itu rahasia kami. Camat saja tidak boleh melihat itu, hanya inspektorat yang boleh melihat RAB itu,” ujar Ali Abri berkilah.

Di tempat terpisah, kami comenanyakan terkait tidak bolehnya sebuah RAB diperlihatkan kepada masyarakat kepada kontraktor yang biasa memegang RAB proyek, Budi Hendra justru menampik bahwa RAB tidak boleh diperlihatkan pada masyarakat adalah hal yang keliru.

“RAB itu adalah informasi yang boleh diakses oleh masyarakat. Proyek Kabupaten saja boleh, apalagi RAB proyek desa. Pengelolaan desa itu terbuka, jadi tidak ada alasan menyebut RAB itu rahasia. Salah Kades itu. Kalau dia takut memperlihatkan ke masyarakatnya, pasti ada yang tidak beres itu,” terang Budi, seorang pengusaha yang sudah malangmelintang dalam dunia proyek selama belasan tahun. (dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar